
(f. Eusebius Sara / Batam Pos)
batampos – Jaringan pipa dan kabel yang melintang di dalam saluran drainase utama di kawasan Batu Aji, Batam, masih menjadi persoalan serius dan mengancam kelancaran aliran air. Keberadaan jaringan ini terbukti menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penyumbatan saluran air, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Jaringan pipa dan kabel yang tidak tertata itu menjaring berbagai material sampah yang terbawa arus, sehingga menumpuk dan menyumbat aliran air. Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan memperburuk keadaan lingkungan dan meningkatkan risiko banjir di sejumlah kawasan padat penduduk.
Kondisi ini paling terlihat di sepanjang drainase utama yang berada di sisi jalan depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulan Gebang, Batu Aji. Meskipun saluran sudah dilebarkan, namun fungsi alirannya tidak maksimal karena terhalang pipa dan kabel yang melintang secara tidak teratur.
Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah dan material lain seperti lumpur serta dedaunan yang tersangkut pada pipa dan kabel di dalam drainase. Jika tidak segera dibersihkan, dikhawatirkan akan menyebabkan aliran air terhambat total dan menimbulkan genangan di permukaan jalan.
“Lintasan pipa dan kabel di dalam saluran cukup banyak dan sudah menyebabkan gorong-gorong atau jalur penyeberangan air terganggu,” ungkap Handoko, warga Kompleks Pasar Aviari, Minggu (6/4).
Ia menyebut, jika drainase ini tersumbat, maka kawasan Kelurahan Bukit Tempayan dan Kelurahan Buliang akan terancam banjir besar.
Menurut Handoko, saluran ini merupakan satu-satunya akses utama pembuangan air hujan dari dua kelurahan tersebut.
“Kalau aliran ini macet, tidak ada tempat lagi untuk air mengalir. Bisa-bisa seluruh permukiman terdampak banjir,” jelasnya.
Selain kabel dan pipa, tumpukan sampah yang belum teratasi juga menjadi masalah tersendiri. Limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan oleh warga memperparah kondisi drainase. Ketika hujan turun deras, sampah ini ikut terbawa arus dan tersangkut di kabel atau pipa.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, membenarkan persoalan tersebut. Ia mengakui bahwa keberadaan jaringan pipa dan kabel dalam drainase telah lama menjadi keluhan warga, dan pihaknya telah melakukan upaya penertiban.
“Kami secara berkala melakukan pembersihan dan koordinasi dengan pemilik jaringan utilitas seperti kabel dan pipa tersebut. Kami minta mereka melakukan instalasi ulang di lokasi yang tidak mengganggu aliran air,” jelas Suhar, beberapa waktu lalu.
Ia juga menegaskan perlunya kesadaran semua pihak, baik warga maupun pengelola utilitas, untuk menjaga kebersihan dan kelancaran fungsi drainase. Tanpa kerja sama lintas sektor, masalah banjir musiman di Batu Aji akan sulit diatasi secara permanen. (*)
Reporter: Eusebius Sara



