Sabtu, 14 Maret 2026

 Kadin Batam Dorong Pemerintah Atur Tarif Tiket ke Singapura-Malaysia 

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Suasana di Pelabuhan Internasional Sekupang terlihat masih sepi. Pengelola Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang, belum dapat memastikan kapan aktivitas di pelabuhan tersebut akan kembali dibuka. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kadin Kota Batam dalam rapat koordinasi mengenai harga tiket Batam ke Singapura dan Malaysia, turut menyiasati tingginya harga tiket kapal tujuan Singapura dan Malaysia. Hal itu disampaikan oleh Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, pada forum rapat bersama para pengusaha atau agen tiket pelayaran internasional, di Gedung Kadin Batam, kemarin.

Pihaknya mengundang sejumlah agen tiket pelayaran untuk berembuk menyelesaikan persoalan tersebut dan mencari solusi bersama dengan Kadin Batam. Diketahui, tarif tiket PP ke negara tetangga dulunya di harga Rp 800 ribu. Namun sekarang turun jadi Rp 700 ribu.

Jadi Rajagukguk mengatakan, ada beberapa hal yang jadi pemicu naiknya harga tiket tersebut. Di antaranya ialah harga minyak dunia yang melambung.

”Selain itu, kapal-kapal itu membeli minyak di Singapura. Namun ada pertanyaan kenapa harus membeli minyak di sana?” ujarnya, Kamis (23/6).

Lanjutnya, dia mengungkapkan jika sebagian dari para agen tiket tersebut menetapkan tarif yang diatur sendiri-sendiri. Artinya, kenaikan harga tiket dilakukan semena-mena tanpa ada regulasi yang pasti.

”Penetapan tarif tiket yang diatur sendiri-sendiri bahkan dari mereka ada yang bersaing soal ini,” sebutnya.

Menyikapi hal tersebut, Jadi Rajagukguk mendorong pemerintah untuk mengatur tarif tiket. Kedepan juga menetapkan batasan harga terendah sampai tertinggi.

”Pemerintah harus ikut serta untuk itu. Kalau satu mata rantai saja bermasalah, maka yang lain juga ikut bermasalah,” ujarnya.

BACA JUGA: BPKPT Kadin Siap Gerakkan Perekonomian Sumatra 

”Dari situ kita lihat, artinya ini bisa diturunkan lagi harganya,” sambung dia.

Selain harga tiket, untuk menggairahkan kembali pariwisata di Batam, banyak masalah yang harus diselesaikan. Seperti Visa on Arrival (VoA) yang diberlakukan untuk Korea.

”Visa on Arrival untuk Korea yang dulu bisa free sekarang dimunculkan lagi. Kemudian proses ketika datang yang terhambat dari perekaman data dari aplikasi PeduliLindungi. Ini menurut saya perlu diselesaikan,” pungkasnya. (*)

Repoter: Azis Maulana

SALAM RAMADAN