
batampos – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi, turut hadir di pelabuhan pada Selasa pagi. Ia menyatakan bahwa Pemprov akan mendesak ASDP dan operator swasta Jembatan Nusantara untuk menambah armada, terutama saat momen libur panjang dan hari besar.
“Hari ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak ASDP dan Jembatan Nusantara sejak pukul 07.00 pagi. Kapal KMP Persada sudah diberangkatkan pukul 07.30, dan KMP Senangin yang biasanya melayani tujuan Tungkal, siang ini diperbantukan ke Tanjung Uban untuk mengurai lonjakan,” kata Junaidi.
Ia juga mengingatkan bahwa libur panjang berikutnya jatuh pada 29 Mei hingga 1 Juni 2025. Pihaknya berharap semua pemangku kepentingan, termasuk ASDP, BPTD, dan KSOP, dapat bersinergi agar tidak terjadi antrean dan keterlambatan seperti malam sebelumnya.
“Libur panjang mulai 29 Mei selama empat hari. Harusnya ada persiapan. Jangan sampai terjadi kendala serupa,” tegasnya.
Junaidi juga menyoroti tumpang tindih regulasi antarlembaga yang menyulitkan koordinasi teknis. Dulu semua izin pelayaran cukup dari BPTD.
“Sekarang jadwal dikeluarkan BPTD, tapi izin berlayar harus dari KSOP. Kami harap pemerintah pusat bisa mengembalikan kewenangan ke satu lembaga saja agar lebih efisien. Ini dua lembaga tapi satu kementerian,” sebutnya.
Dalam jangka panjang, Dishub Kepri juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas kapal yang beroperasi di wilayah perairan Kepri. Selain melayani masyarakat lokal, kapal-kapal ini juga digunakan oleh wisatawan asing, termasuk dari Malaysia dan Singapura.
“Kepri adalah jendela utama Indonesia. Kami harus menunjukkan performa layanan laut yang baik, seperti halnya di Pelabuhan Merak. Armada yang dioperasikan harus benar-benar layak,” tegas Junaidi.
Ia menambahkan bahwa Pemprov hanya memiliki kewenangan dalam penerbitan trayek, sedangkan urusan jadwal dan izin pelayaran menjadi tanggung jawab instansi pusat. Meski demikian, Dishub Kepri akan terus mendorong perbaikan sistem dan pelayanan.
“Kami akan terus sampaikan aspirasi ini ke Kementerian Perhubungan. Jangan sampai kejadian seperti semalam terulang lagi, terutama saat arus mudik dan liburan mendatang,” tutupnya. (*)
Reporter: Yashinta



