Kamis, 15 Januari 2026

Kakanwil Pemasyarakatan Kepri Tinjau Lapas Batam, Soroti Over Kapasitas dan Peningkatan Layanan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Warga mengunjungi kerabatnya yang menjadi warga binaan di Lapas Barelang. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Pemasyarakatan Kepulauan Riau, Aris Munanda, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Batam pada Kamis (27/2). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan Lapas Batam dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat serta membahas berbagai permasalahan yang dihadapi lapas tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Aris menegaskan bahwa tugas utama pemasyarakatan harus dilaksanakan dengan baik, meskipun masih terdapat sejumlah tantangan. Salah satu persoalan utama yang dihadapi Lapas Batam adalah kondisi over kapasitas, di mana jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) jauh melebihi daya tampung ideal. Masalah ini, menurutnya, bukan hanya terjadi di Batam, tetapi hampir di seluruh lapas di Indonesia.

Sebagai langkah penanganan, pihaknya terus mengupayakan pemindahan WBP dari satu lapas ke lapas lainnya guna mengurangi beban kapasitas. Selain itu, Aris juga mengungkapkan rencana pembangunan lapas baru di Natuna, yang saat ini masih dalam tahap pembahasan. Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan over kapasitas di wilayah Kepulauan Riau.

Baca Juga: Peluang dan Tantangan FTZ Menyeluruh di Kepri, Apindo Beri Masukan

Selain over kapasitas, Aris juga menyoroti layanan kesehatan di Lapas Batam yang masih terbatas. Untuk itu, ia menyarankan agar pihak lapas menjalin kerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan rumah sakit. Menurutnya, dengan adanya kebijakan efisiensi, pemasyarakatan tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya internal, tetapi perlu dukungan dari berbagai pihak agar layanan tetap optimal.

Aris juga menekankan bahwa keberhasilan program pemasyarakatan bukan hanya tanggung jawab pihak lapas, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Program pembinaan yang diberikan kepada WBP bertujuan agar mereka dapat kembali menjadi pribadi yang baik, jujur, serta taat hukum demi kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh pihak untuk terus membangun bangsa sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, dengan mengedepankan nilai-nilai akhlak dan pelayanan prima. “Pelayanan pemasyarakatan harus sejalan dengan program prioritas pemerintah, termasuk dalam pemberantasan narkoba, saber pungli, serta pembinaan kemandirian bagi WBP. Ini tanggung jawab kita bersama, ” ujarnya.

Salah satu program unggulan yang terus didorong adalah pemberdayaan WBP melalui pelatihan UMKM. Aris menyoroti berbagai produk yang dihasilkan oleh warga binaan di Lapas Batam, seperti roti dan meubel, yang diharapkan dapat membantu mereka bersaing saat kembali ke masyarakat. Program ini tidak hanya membekali WBP dengan keterampilan, tetapi juga mendukung pengembangan sektor UMKM di daerah.

Baca Juga: Budidaya Kerapu Cantang di Tanjung Colem, Peluang Baru untuk Ekspor Perikanan Batam

Selain itu, Aris juga mengingatkan pentingnya ketahanan pangan dalam setiap unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan. Menurutnya, program ini harus dijalankan secara optimal untuk meningkatkan kemandirian lapas serta memberikan manfaat bagi WBP.

Kepada para warga binaan, Aris berpesan agar mereka tidak kembali lagi ke lapas setelah bebas. Ia berharap program pembinaan yang telah diberikan selama menjalani masa pidana dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan mandiri di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Lapas Batam, Yugo Indra Wicaksi, menyatakan komitmennya untuk terus berbenah dan meningkatkan layanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh semua program pemerintah guna menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih baik dan berkontribusi pada kemajuan bangsa. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

 

Update