
batampos – Pintu wisatawan asing (wisman) dalam waktu dekat akan terbuka seperti dahulu, setelah keluarnya surat Edaran (SE) Nomor 13 tahun 2022 oleh Satgas Covid-19. SE Nomor 13 ini mengatur syarat perjalanan luar negeri yang tak membutuhkan karantina untuk 3 daerah yakni Batam, Bali dan Bintan.
Kadisbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengatakan akhir Januari lalu kalender event tahun 2022 sebanyak 160 kegiatan. Namun seiring waktu, jumlah event terus bertambah. Apalagi sejak dijeluarkan SE No 13 tahun 2022 yang mulai berlaku tanggal 8 Maret lalu.
“Kelender event 2022 Kota Batam pastinya akan bertambah. Beberapa pihak yang juga sudah menginformasikan terkait agenda mereka,” ujar Ardi, kemarin.
Ditanya apakah ada agenda besar dalam menyambut kedatangan wisman ke Batam. Menurut Ardi, event-event yang selama ini digelar sebenarnya tak hanya menarik wisman domestik, namun juga wisman luar negeri. Namun karena masa pandemi, sejumlah event yang digelar hanya bisa dinikmati oleh wisman domestik.
“Event-event besar yang digelar di Kota Batam pastinya sangat disukai wisman asing. Jadi memang tinggal menunggu wismannya saja,” ujar Ardi.
Ardi berharap adanya aturan baru keluar masuk wisman ke Indonesia, bisa kembali membangkitkan iklim pariwisata Kepri, khususnya Batam. Ia yakin, jumlah wisman yang masuk ke Batam bisa kembali normal seperti sediakala.
“Ya harapan kami, wisman masuk Batam bisa sampai 2,4 juta jiwa lagi. Apalagi Batam ini memiliki daya tarik luarbiasa, tak hanya wisman domestik tapi juga wisman asing,” jelas Ardi.
Disinggung terkait jalur masuk wisman melalui seluruh Pelabuhan Internasional di Batam yang belum efektif, padahal sudah ada SE No 13, menurut Ardi akan ditindaklanjuti ke pemerintah pusat.
“Untuk itu, kami akan menindaklanjuti ke pusat untuk lebih memspesifikan aturan tersebut. Sebab untuk aturan ini tak dipegang oleh satu kementrian saja, namun beberapa kementrian,” ungkap Ardi.
Tak hanya itu, Ardi juga menghimbau agar seluruh pihak bisa tetap menjaga protokol kesehatan. Terutama pihak yang tengah menggelar kegiatan atau event.
“Setiap event yang digelar wajib mentaati protkes. Paling utama memakai masker,” pungkas Ardi. (*)
Reporter : Yashinta



