
batampos – Sejumlah masyarakat mengeluhkan keterbatasaan pembeliaan tiket untuk tujuan Malaysia. Sebab hampir seluruh kapal perjalanan ke Malaysia menggunakan kapal feri penuh hingga akhir April atau full booking.
Mirah, salah satunya. Ia kecewa karena tak bisa berangkat. Sebab, tidak ada lagi kursi kosong yang tersisa.
”Tak bisa berangkat, kapal penuh. Mirisnya sudah dibooking hingga akhir April ini,” ujar Mirah saat berada di Pelabuhan Internasional Batam Center.
Menurut Mirah, jika kapal sudah penuh hingga akhir April, untuk apa guna konter tiket tujuan Malaysia dibuka.
”Ditanya sampai kapan, mereka tak bisa jelasin. Disuruh booking dulu aja. Nanti diinfo kapal ada space kursi yang tersedia,” sebutnya.
Feri tujuan Malaysia, memang hanya satu kapal berangkat setiap hari. Agen kapal bergantian untuk keberangkatan.
”Katanya sudah dibuka untuk umum, tapi tetap tak bisa berangkat karena tak ada kapal. Kapal cuma berangkat satu kali sehari, dan itu pun pagi hari,” keluhnya.
Agen Kapal PT Internasional Golden, Sapri, membenarkan pihaknya hanya memberangkatkan satu kapal dalam dua hari.
”Memang benar, karena kapal yang berangkat hanya satu, sedangkan antusias masyarakat luar biasa,” ujarnya.
Menurut dia, sejak dibukanya secara resmi pintu PPLN, banyak warga yang langsung memesan tiket keberangkatan.
Namun karena kuota keberangkatan terbatas, maka penumpang harus booking di awal untuk keberangkatan.
”Sejak 1 April sudah ada yang booking. Kalau seandainya masih satu kapal yang berangkat per 2 hari sekali, maka booking full sampai akhir April ini,” jelasnya.
Untuk mengatasi permintaan penumpang, pihaknya telah mengajukan penambahan izin operasi kapal ke Satgas Covid-19. Sehingga antrean penumpang yang hendak berangkat bisa diatasi.
”Paling tidak dapat izin penambahan dua kapal sehari, namun surat permintaan yang telah kami ajukan per 6 April lalu belum ditanggapi,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Agen Kapal PT Pintas Samudera, Susjianto, yang membenarkan kuota penumpang yang berangkat dibatasi. Sebab, izin jalan kapal hanya untuk sekali dalam dua hari.
”Kapal hanya muat 150 orang sekali berangkat, sedangkan yang hendak berangkat banyak. Jadi, calon penumpang kami minta booking dulu untuk nantinya ditentukan kapan waktu berangkat,” ungkapnya.
Diakuinya, kondisi seperti itu dikeluhkan oleh calon penumpang. Mereka tak bisa memastikan kapan waktu pasti berangkat. Karena kuota keberangkatan untuk satu kapal per dua hari sekali sudah penuh hingga akhir April.
”Untuk pasti berangkat harus ada PCR. Jika penumpang sesuai kuota ada yang positif, maka digantikan penumpang berikutnya. Jadi, kami belum bisa pastikan jadwal keberangkatan,” imbuhnya.
Menurut dia, sebelum pandemi pihaknya bisa menjadwalkan 22 trip sehari kapal berangkat untuk tujuan Malaysia, dengan rincian Pasir Gudang 7 kapal dan Stulang Laut 15 kapal.
”Tapi sejak pandemi sampai saat ini, kami hanya mengoperasikan 1 kapal untuk 2 hari sekali. Bahkan untuk tujuan balik Malaysia-Batam juga sudah full hingga akhir April,” jelasnya.
Sementara, Manajer Pengelola Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga, sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan Kepri. Ia berharap, keluhan masyarakat bisa segera diatasi oleh Gubernur Kepri.
”Kami sudah sampaikan keluhan masyarakat dan agen, semoga bisa ditindaklanjuti. Karena kasihan penumpang yang hendak berangkat, tak bisa memastikan kapan bisa berangkat,” pungkasnya.
Pantauan harga tiket Malaysia sekali jalan dijual Rp 320.000 dan anak-anak Rp 240.000. Untuk pulang-pergi dewasa Rp 480.000 dan anak-anak Rp 340.000. Tiket sudah termasuk Seaport Tax.
Harga tiket mengalami kenaikan Rp 40 ribu dari sebelum pandemi. Perjalanan di tengah pandemi Covid-19 ini penumpang diwajibkan bayar asuransi Covid-19 di konter kapal Rp 130 ribu.(*)
Reporter: Yashinta



