Sabtu, 10 Januari 2026

Kapal Meratus Ampana Tabrak STS 05 Pelabuhan Batuampar

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos– Insiden melibatkan Kapal Meratus Ampana (IMO 9262950) berbendera Indonesia dan fasilitas crane STS 05 terjadi di Pelabuhan Batu Ampar pada Rabu (19/11) sore. BP Batam memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan saat ini tengah melakukan pemeriksaan mendalam.

Kepala Biro Umum BP Batam, Mohamad Taofan, menjelaskan, insiden bermula ketika kapal melakukan manuver keluar dermaga dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Arus kuat dan hembusan angin kencang diduga menjadi faktor utama yang memicu gangguan pada proses manuver.

“Berdasarkan laporan awal dari lapangan, insiden tersebut terjadi akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat, khususnya arus kuat dan angin yang cukup kencang pada saat kegiatan manuver kapal berlangsung,” katanya, Jumat (21/11).

BACA JUGA: Tabrakan Kapal MV Horizon 9 dengan Kapal LA Digue Diduga Karena Kerusakan Sistem Kemudi

Meski seluruh prosedur pandu dan tunda telah dijalankan sesuai standar, faktor alam yang berada di luar kendali operasional tetap tidak dapat dihindari. Kapal tunda yang bertugas menarik buritan kapal disebut tidak mampu menahan dorongan arus yang cukup kuat.

“Kondisi ini menyebabkan kapal tunda tidak mampu menahan dan menarik bagian buritan kapal secara optimal, sehingga buritan kapal terbawa arus dan terjadi kontak (tabrak) dengan STS 05,” kata dia.

Selama proses tersebut, Kapal Meratus Ampana dibantu dua unit kapal tunda sesuai prosedur. Namun, tekanan arus kuat membuat bagian belakang kapal bergeser dan menyentuh fasilitas STS 05.

Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam saat ini melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan seluruh fakta kejadian terdokumentasi. Pemeriksaan mencakup evaluasi kondisi cuaca saat insiden, rekaman komunikasi kapal, hingga laporan pandu dan nakhoda.

“Tim kami sedang melakukan asesmen teknis, termasuk memastikan tingkat kerusakan pada fasilitas dan peralatan,” ujar Taofan.

BP Batam melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan berkomitmen menjaga keselamatan pelayaran serta menjamin profesionalisme layanan pandu dan tunda.

“Setiap perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses investigasi internal selesai,” ujarnya.

Hingga kini, kegiatan di pelabuhan tetap berjalan normal sembari menunggu hasil lengkap dari pemeriksaan teknis dan investigasi internal BP Batam. (*)

Reporter: Arjuna

Update