
batampos – Kapal roro Persada Nusantara rute Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, menuju Pelabuhan Uban, Bintan
tersangkut di perairan Tanjung Sauh pada Kamis malam (15/5) sekitar pukul 19.30 WIB. Kondisi kapal sempat miring, namun para penumpang semua selamat dan langsung dievakuasi.
Kapal yang mengangkut penumpang dan kendaraan logistik tersebut sempat miring saat terjebak di tengah laut. Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terdengar teriakan penumpang yang panik, menyebut kapal tidak bisa bergerak karena tersangkut.
“Kapal tersangkut karang dan miring,” ujar salah seorang penumpang dalam video tersebut.
Pihak pengelola pelayaran, PT Jembatan Nusantara (JN) Batam, membenarkan insiden tersebut. Penanggung jawab JN Batam, Berigin, mengatakan bahwa proses evakuasi segera dilakukan setelah kejadian.
“Proses evakuasi langsung kami lakukan. Tug boat juga sudah meluncur ke lokasi di sekitar Tanjung Sauh,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala ASDP Telaga Punggur Batam, Hermin Welkis, menyebutkan bahwa kapal tidak tersangkut karang, melainkan timbunan pasir.
“Bukan karang, tapi tumpukan pasir. Itu yang menyebabkan kapal tidak bisa bergerak,” katanya.
Hermin menambahkan, semua penumpang berhasil dievakuasi dengan cepat dan dibawa ke Pelabuhan Uban menggunakan kapal lain. Ia memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.
“Evakuasi penumpang berjalan lancar dan cepat. Semua langsung dibawa ke Uban, jadi tidak ada korban,” tegas Hermin.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kapal akhirnya bisa bergerak kembali secara mandiri seiring dengan naiknya permukaan air laut.
“Saat air mulai pasang, kapal bisa jalan sendiri dan tetap tiba di Uban pada malam itu juga,” ujarnya. (*)
Reporter: Yashinta



