Rabu, 7 Januari 2026

Kapolda Kepri Janji Serius Tangani Kasus Ledakan Maut di PT ASL

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jenazah korban kapal Federal II yang akan dipulangkan kepada pihak keluarga setelah di lakukan idetifikasi oleh tim DVI Polda Kepri di Rumah Sakit Bhayangkara, Kamis (16/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Penyelidikan kasus ledakan maut di kawasan PT ASL Batam terus bergulir. Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin memastikan, proses penyidikan masih berjalan dan belum ada tersangka yang ditetapkan.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik (Labfor) Riau sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Meski begitu ia berjanji polri serius untuk menangani kasus yang telah menewaskan 14 orang itu.

Hal itu disampaikan Kapolda Kepri usai menerima kunjungan kerja Irjen Pol Ibnu Suhaendra, di Mapolda Kepri, Rabu (29/10). Kunjungan tersebut dalam rangka memperkuat sinergi antara Polri dengan instansi terkait di sektor energi dan migas, sekaligus menindaklanjuti arahan pimpinan nasional terkait penanganan kasus ledakan di PT ASL yang kini menjadi perhatian publik dan pemerintah pusat.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolda Kepri itu, turut hadir perwakilan SKK Migas antara lain Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut C.W. Wicaksono, Spesialis Madya Pengawas Internal Haryo Sentanu, Koordinator Perkapalan dan Kemaritiman Putu Indra Mahatrisna, serta Analis Operasi Chairizal Eka Putra.

Baca Juga: Penyidik Dalami Peran Konsultan Pengawas Dalam Kasus Korupsi Pengembangan Pelabuhan Batuampar

Irjen Ibnu Suhaendra menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan kerja sama yang telah dibangun oleh Polda Kepri. Ia menegaskan, kasus kebakaran PT ASL harus ditangani secara serius, profesional, dan menyeluruh.

“Ini menjadi perhatian langsung Kepala SKK Migas dan Menteri ESDM. Kami tidak ingin peristiwa di Batam berkembang menjadi isu nasional seperti yang terjadi di Petronas Madura,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar penanganan perkara dilakukan dengan cepat dan transparan. Setiap perkembangan penyidikan, lanjutnya, akan dilaporkan kepada Kepala SKK Migas untuk diteruskan ke Menteri ESDM.

Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait. “Penyidikan masih berjalan. Belum ada tersangka karena kami masih menunggu hasil Labfor dari Riau,” jelasnya.

Baca Juga: Sudut Engku Putri Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Warga Keluhkan Bau Menyengat

Asep menambahkan, kasus ini mendapat perhatian luas baik dari media nasional maupun masyarakat, terutama menyangkut aspek keselamatan kerja di lingkungan industri migas. Ia menekankan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat untuk mencegah kecelakaan kerja.

“Selain aspek hukum, kami juga menyoroti faktor sumber daya manusia. Banyak pekerja lokal yang masih baru lulus (fresh graduate), sementara tenaga berpengalaman banyak bekerja di luar negeri. Ini perlu perhatian bersama,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Yashinta

Update