
batampos – Dalam momen memperingati dan merayakan hari jadi Bhayangkara ke 77, Polda Kepri melakukan serangkain acara salah satunya ialah peluncuran sebuah karya buku dari Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun.
Adapun buku tersebut diberi judul “Nilai Budaya Masyarakat Kepulauan Riau dalam Perspektif Binkamtibmas”.
“Perihal peluncuran buku, jadi selama enam bulan bertugas di Polda Kepri saya melihatsuatu kebersamaan dimasyarakat Kepri yang unik dan perlu dituangkan atau narasikan dalam bentuk buku,” ujar Kapolda, Sabtu (1/7).
Baca Juga: Terkait Dugaan Korupsi SIMRS BP Batam, Kejari Batam Tengah Berkoordinasi Dengan BPKP
Lanjutnya, dengan adanya buku berisikan 239 halaman tersebut diharapkan bisa dijadikan sebagai salah satu referensi bagi semua pihak yang ingin meningkatkan dan membangun rasa kebersamaan dalam mewujudkan keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Semoga bisa menjadi bahan sumber semua pihak dalam wujud kamtibmas,” jelasnya.
Persoalan ide, ia menyampaikan bahwa dalam membuat buku tersebut muncul setelah pengamatannya atau observasi terhadap masyarakat yang ada di wilayah Kepri ini. Menurutnya, masyarakat Kepri ini adalah miniaturnya Indonesia, di mana orang-orang dari berbagai suku berkumpul di sini.
Baca Juga: Jadi Rajagukguk Terpilih Kembali Menjadi Komite Eksekutif NOC Indonesia Periode 2023-2027
“Dari hasil pengamatan saya bahwa masyarakat di sini adalah miniatur dari Indonesia, terutama dalam hal Kebhinekaan yang betul-betul terpelihara. Ini adalah modal dasar bagi keamanan, saling menghargai, saling bergotong royong dan kerja sama,” terangnya.
Ia menambahkan, buku ini dibuat dengan melibatkan sejumlah tokoh, baik itu dari tokoh-tokoh di Pemerintahan Daerah, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.
Baca Juga: Ini Nama dan Tempat Kerja Warga Negara Inggris yang Terlibat Lakalantas di Batam
“Mereka dikumpulkan, kemudian saya coba saripatikan kira-kira pernyataan dari tokoh-tokoh itu terwujud dalam buku ini,” kata dia.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa, nilai-nilai budaya yang dikembangkan selama ini dari perspektif kamtibmas yang sudah terbangun, adalah budaya sebenarnya warisan dari masa lalu yang perlu dikembangkan terus.(*)
Reporter: Azis Maulana



