
batampos – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kota Batam meski hujan sempat turun dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil membuat aparat dan masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi munculnya titik api.
Kapolresta Barelang, Anggoro Wicaksono, menegaskan bahwa penanganan karhutla tetap menjadi atensi utama. Hal tersebut disampaikannya usai berkoordinasi dengan Kapolda Kepri, Asep Safrudin, di Mapolresta Barelang, Selasa (31/3).
Menurut Anggoro, meskipun hujan sudah mulai mengguyur Batam, namun kondisi lahan yang sebelumnya kering masih berpotensi memicu kebakaran. Karena itu, seluruh jajaran kepolisian di bawah koordinasi Polda Kepri tetap siaga dan melakukan pemantauan di wilayah rawan.
Baca Juga: WFH Diberlakukan, Penyaluran MBG di Batam Tetap Normal
Ia menjelaskan, langkah antisipasi dilakukan secara terkoordinasi mulai dari tingkat Polda hingga Polsek. Upaya ini bertujuan agar penanganan titik api dapat dilakukan secara cepat dan tepat, sehingga tidak meluas menjadi kebakaran besar.
Selain upaya teknis, kepolisian juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. Warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami minta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak membuat api sembarangan. Hal kecil bisa berdampak besar jika tidak dikendalikan,” tegas Anggoro.
Di tengah kondisi panas dan berkurangnya ketersediaan air bersih, masyarakat Batam terus melakukan ikhtiar spiritual dengan menggelar Shalat Sunnah Istisqa. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Mambaul Hidayah, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Rabu (1/4), dan diikuti berbagai unsur masyarakat.
Shalat Istisqa yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin oleh Nurrohman dan diikuti sekitar 100 peserta, terdiri dari pelajar, tokoh agama, serta unsur Forkopimcam dan personel kepolisian. Kegiatan berlangsung khusyuk sebagai bentuk permohonan agar segera diturunkan hujan.
Baca Juga: Dua Percobaan Bunuh Diri Dalam 2 Pekan, Motifnya Dipicu Persoalan Asmara
Kapolsek Nongsa, Eriman, turut hadir bersama Wakapolsek AKP Goenawan Husein serta jajaran pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan sinergi dalam menghadapi dampak kekeringan dan ancaman karhutla.
Dalam tausiah, Ustadz Nurrohman mengingatkan pentingnya meningkatkan ibadah, memperbanyak istighfar, serta menunaikan zakat dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar spiritual. Selain itu, masyarakat juga diajak menjaga lingkungan dan menggunakan air secara bijak, sehingga upaya pencegahan karhutla dapat berjalan beriringan dengan kesadaran kolektif menjaga alam.(*)



