Selasa, 31 Maret 2026

Karhutla Meluas di Batam, Amsakar Minta Aktivitas di Sekitar Waduk Dihentikan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
lokasi kebakaran hutan lindung di kawasan Waduk Nongsa, Jumat (27/3/2026). F istimewa

batampos– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian marak terjadi di sejumlah wilayah Kota Batam dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah Kota Batam pun meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengendalikan situasi yang dipicu cuaca panas ekstrem.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat keamanan, mulai dari jajaran Polda Kepulauan Riau hingga Polresta Barelang, guna memastikan penanganan karhutla berjalan cepat dan terintegrasi.

“Beberapa titik kebakaran terpantau di wilayah Galang, Nongsa, Sekupang hingga kawasan sekitar Pulau Manis. Kondisi cuaca yang panas dan lahan yang mulai mengering membuat vegetasi mudah terbakar,” ujar Amsakar saat ditemui, Selasa (31/3) siang.

Menurutnya, rumput dan semak yang menguning akibat kemarau menjadi faktor utama meningkatnya potensi kebakaran. Karena itu, upaya pencegahan terus digencarkan, termasuk melalui pendekatan teknis dan non-teknis.

Salah satu ikhtiar yang dilakukan adalah menggelar salat Istisqa sebagai bentuk doa bersama memohon turunnya hujan. Amsakar berharap, turunnya hujan tidak hanya membantu memadamkan titik api, tetapi juga mengatasi krisis air bersih yang mulai dirasakan masyarakat.

“Mudah-mudahan ini bisa mengurai dua persoalan sekaligus, yakni karhutla dan ketersediaan air bersih,” katanya.

Di sisi lain, Pemko Batam juga mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat dan pelaku usaha agar menghentikan sementara aktivitas yang berpotensi memperburuk kondisi, khususnya di sekitar daerah tangkapan air (DTA) dan waduk.

“Aktivitas proyek, pembukaan lahan, atau pengambilan air yang tidak terkontrol di sekitar waduk sebaiknya dihentikan sementara. Ini penting untuk menjaga daya tampung air kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap kawasan waduk dan daerah resapan air telah dioptimalkan. Namun, menurutnya, peran masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya kebakaran.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
Dibutuhkan kesadaran bersama, terutama untuk tidak melakukan pembakaran lahan, baik sengaja maupun tidak. Jika terjadi kebakaran, segera lakukan upaya pemadaman,” ujarnya.

Pemko Batam juga telah berkoordinasi dengan pengelola air, yakni PT Air Batam Hilir (ABHi) dan PT Air Batam Hulu (ABHu), guna memastikan pasokan air tetap terjaga di tengah penurunan debit waduk akibat musim kemarau.

Amsakar menegaskan, berbagai langkah akan terus dilakukan demi menjaga keselamatan lingkungan dan ketersediaan air bagi masyarakat.

“Kita harus melakukan semua ikhtiar, baik secara teknis maupun spiritual, untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan daerah,” pungkasnya.(*)

ReporterM.Sya'ban

UPDATE