
batampos – Kasus campak meningkat se-Indonesia. Kemenkes melaporkan peningkatan kasus campak cukup tinggi. Guna meminimalisir, Provinsi Kepri pun berencana untuk mengesa vaksinasi campak.
Adanya peningkatan kasus ini diamini oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri. Di Kepri sendiri lanjutnya, peningkatan kasus sampak tidak banyak.
“Tahun lalu, ada beberapa kasus saja. Tak banyak,” kata Bisri, Jumat (20/1/2023).
Baca Juga: Gadis Belia Dilaporkan Hilang, Ternyata Dibawa 3 Remaja yang Kenal dari Facebook
Ia mengatakan, Provinsi Kepri dapat meminimalisir penyebaran campak karena vaksinasi yang cukup tinggi.
Provinsi Kepri memiliki program kejar untuk meningkatkan vaksinasi campak terhadap balita.
Lalu, ada bulan-bulan imunisasi sekolah. Berbagai program ini meminimalisir penyebaran campak di Kepri.
Baca Juga: Pasokan Solar Lancar, Tak Ada Antrean Kendaraan Lagi
Meski begitu, Bisri mengatakan, vaksinasi campak di 2022 tidak maksimal. Hal ini disebabkan fokus saat itu adalah pemberian vaksin Covid-19.
“Tingkat partisipasinya masih kurang dari 95 persen, jadi resiko munculnya masih tetap ada,” ujarnya.
Kepada masyarakat yang memiliki anak masih belum vaksin campak, kata Bisri dapat datang ke posyandu atau puskesmas.
Baca Juga: Masyarakat Pulau Buluh dan Bulang Keluhkan Padatnya Aktivitas Kapal Besar
Ia mengatakan hak anak adalah terpenuhi vaksinasinya.
“Vaksinasi itu hak anak, buka kemauan orangtua,” tutur Bisri.
Ia mengatakan, vaksinasi ini sudah menjadi program pemerintah. Masyarakat tidak perlu membayar satu rupiah pun.
“Gratis,” ujarnya.(*)
Reporter: Fiska Juanda



