
batampos – Kasus Covid-19 melandai di awal Ramadan. Dari data Satgas Covid-19 per 2 April, hanya ada 14 kasus konfirmasi terbaru di Provinsi Kepri. Ke 14 kasus ini berasal dari 10 kasus Kota Tanjungpinang dan 4 kasus di Kabupaten Karimun. Penurunan kasus ini merupakan keberhasilan dari petugas kesehatan dalam melakukan testing dan tracing.
Selain itu, penurunan kasus ini dibarengi dengan jumlah vaksinasi yang terus meningkat, terutama vaksin dosis ketiga. Grafik vaksinasi dosis ketiga sudah mencapai 30,17 persen.
“Alhamdulillah kasus Covid-19 melandai. Sekarang masyarakat bisa menyambut puasa dengan bahagia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mohammad Bisri, Minggu (3/4).
Penurunan kasus ini, diiringi dengan berbagai kemudahan aturan masyarakat dalam mobilitas. Bisri mengatakan tidak ada aturan ketat lagi, bagi masyarakat dalam beraktivitas. Namun, ia tetap mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan.
“Protkes tetap, silahkan masing-masing menjaga diri,” ujarnya.
Ia mengatakan positif rate Kepri hanya 3,54 persen. Angka ini diprediksi akan semakin turun. “Kami berharap turunnya kembali di angka nol sekian persen saja,” tuturnya.
Bisri mengatakan keyakinan turunnya angka positif rate ini, dengan bertambahnya setiap hari masyarakat yang mendapatkan booster atau vaksin dosis ketiga. Ia mengatakan dengan syarat penerbangan booster tanpa dokumen negatif Covid-19, menjadi pemicu masyarakat ramai untuk mendapatkan vaksin dosis ketiga.
“Target kami itu, akhir April naik menjadi 50 persen boosternya. Target di Maret ini sudah terpenuhi, 30-an persen,” ujarnya.
Saat ini peta risiko di Kota dan Kabupaten di Kepri, Batam masuk dalam zona kuning, Tanjungpinang zona orange, Bintang zona kuning, Karimun zona kuning, Lingga zona kuning, Natuna zona orange dan Anambas zona kuning.
“Masyarakat saya harap tetap selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan,” ujarnya.
Jika kasus Covid-19 terus menurun, tentunya seluruh perekonomian dapat membaik. Saat ini pariwisata pun sudah mulai kembali bangkit, sehingga dapat berdampak terhadap beberapa sektor. (*)
Reporter : FISKA JUANDA



