
batampos – Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho menyambut positif dengan menurunnya angka kasus Covid-19 di Kota Batam. Sebab hal itu berdampak pada kembali bergairahnya pusat perbelanjaan, rumah makan, cafe dan restoran.
“Sehingga di tahun 2022 mendatang kita bisa menjalankan program-program pembangunan khususnya infrastruktur,” ujar Udin saat ditemui di DPRD Batam, Senin (13/12).
Ia menjelaskan, potensi pendapatan Kota Batam dari sejumlah sektor tersebut bisa semakin membaik dari tahun-tahun lalu. Sehingga, pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar kurang lebih Rp 300 miliar dapat tertutupi.
“Kondisi ini harus terus kita pertahankan, agar pembangunan infrastruktur itu bisa terlaksana,” katanya.
Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, merilis, tidak ada lagi pasien Covid-19 di Batam hingga 11 Desember 2021.
Dua pasien terakhir, dinyatakan sembuh dan menjadikan Batam nol kasus Covid-19 atau kembali ke zona hijau secara keseluruhan.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi semua pihak yang terus berjuang melawan Covid-19.
Ia menegaskan, keberhasilan menangani pandemi tersebut merupakan kerja bersama semua pihak baik dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hingga semua masyarakat keseluruhan.
“Hari ini, Batam kembali ke zona hijau. Tidak ada pasien Covid-19 lagi,” kata Rudi, Sabtu (11/12) lalu.
Meski demikian, Rudi tetap meminta masyarakat waspada dan menerapkan protokol kesehatan 5M; memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
“Tetap terapkan protokol kesehatan untuk mencegah terjangkit Covid-19,” ujarnya.
Untuk diketahui, hingga 11 Desember 2021, total kasus Covid-19 di Batam sebanyak 25.843, dari jumlah tersebut 25.001 sembuh dan 842 meninggal dunia.
“Kondisi ini harus dipertahankan hingga Covid-19 benar-benar hilang,” katanya.
Ia juga berpesan kepada semua pihak agar memperketat pengawasan, terutama di pintu masuk Batam seperti bandara maupun pelabuhan. Hal itu sebagai antisipasi importasi kasus dari daerah lain.
“Beberapa waktu lalu ditemukan kasus dari luar daerah, dan jangan sampai terjadi lagi,” katanya. (*)
Reporter : Eggi Idriansyah



