
batampos – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Batam masih tinggi jumlahnya sepanjang tahun 2025, khususnya pada musim hujan. Dinas Kesehatan Kota Batam pun mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam, jumlah penderita DBD hingga 15 Desember 2025 tercatat sebanyak 769 kasus. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 871 kasus, namun masih lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 sebanyak 392 kasus.
Sementara itu, Incidence Rate (IR) DBD Kota Batam pada 2025 tercatat sebesar 57,30 per 100.000 penduduk, menurun dibandingkan IR tahun 2024 yang mencapai 68,21 per 100.000 penduduk. Meski terjadi penurunan, Dinkes menilai potensi penularan tetap harus diwaspadai, terutama saat curah hujan tinggi.
Baca Juga: Amsakar Minta OPD Perkuat Mitigasi Bencana Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun
Dari sisi angka kematian, sepanjang tahun 2025 tercatat 3 kasus kematian akibat DBD, menurun signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 14 kasus kematian. Case Fatality Rate (CFR) DBD pada 2025 juga mengalami penurunan menjadi 0,39 persen, setelah sebelumnya meningkat hingga 1,61 persen pada 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam mengingatkan bahwa musim hujan meningkatkan risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, sehingga peran aktif masyarakat menjadi kunci utama pencegahan.
“Masyarakat kami imbau untuk rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air. Pencegahan juga bisa dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk,” ujarnya.
Berdasarkan data kumulatif Januari hingga 15 Desember 2025, kasus DBD di Batam lebih banyak menyerang laki-laki, yakni 424 kasus, sementara perempuan tercatat 345 kasus. Distribusi kasus juga terjadi pada seluruh kelompok umur, dengan proporsi cukup besar pada usia sekolah hingga usia produktif.
Baca Juga: Libur Nataru, Tiket Ferry Diskon hingga 29 Persen
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, mual, atau muncul bintik merah pada kulit.
“Pencegahan DBD dimulai dari lingkungan yang bersih dan peran aktif seluruh masyarakat. Kewaspadaan bersama sangat penting agar angka kasus dan kematian akibat DBD di Kota Batam dapat terus ditekan,” tegasnya. (*)



