Jumat, 9 Januari 2026

Kasus DBD di Batam Tembus 316, Terbanyak di Batam Kota

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi demam berdarah.

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mencatat total 316 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga 4 Juli. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) menunjukkan penyebaran kasus bervariasi di setiap kecamatan, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah-wilayah padat penduduk.

Kecamatan Batam Kota mencatat jumlah kasus terbanyak, yakni 53 kasus. Disusul Sagulung dan Bengkong masing-masing dengan 46 kasus, kemudian Sekupang 42 kasus, serta Batu Aji sebanyak 37 kasus. Kelima wilayah ini menjadi titik perhatian utama dalam penanganan DBD.

Kecamatan dengan jumlah kasus menengah hingga rendah antara lain Lubuk Baja 33 kasus, Batu Ampar 22 kasus, Nongsa 16 kasus, dan Sei Beduk 13 kasus. Adapun Kecamatan Galang mencatat 7 kasus, Belakang Padang 1 kasus, dan Kecamatan Bulang tercatat nol kasus hingga awal Juli.

Baca Juga: Operasi Patuh Seligi Dimulai 14 Juli, Pengemudi Tak Tertib Siap-Siap Ditindak

Sebaran kasus tersebut memperlihatkan tren konsentrasi DBD di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan langkah pencegahan dan pengendalian yang lebih terfokus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan pihaknya terus menggencarkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan fogging fokus. “Kami juga melakukan edukasi masyarakat serta pemantauan berkala di titik-titik rawan,” ujarnya, Jumat (11/7).

Menurut dia, meski tren kasus menurun dibanding tahun lalu, upaya pengendalian harus tetap intensif. “Penurunan total kasus sudah signifikan, tapi kami tetap perlu kerja keras untuk menurunkan sebarannya di kecamatan-kecamatan dengan kasus tinggi,” tambahnya.

Pemko Batam juga menargetkan penurunan angka kejadian (incidence rate) mendekati target nasional, yaitu di bawah 10 per 100.000 penduduk. Untuk itu, keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan terus digalakkan.

Baca Juga: Polisi akan Tertibkan Kelompok yang Menganggu Pengguna Jalan

Langkah-langkah kolaboratif bersama stakeholder, termasuk RT/RW, sekolah, dan dunia usaha, turut digalakkan sebagai bagian dari strategi jangka menengah.

Pemko Batam juga mengimbau warga untuk menerapkan gerakan 3M Plus: menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta menambahkan upaya lain seperti penggunaan kelambu atau lotion anti-nyamuk. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update