
batampos – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batam terus meningkat memasuki musim penghujan. Data Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat, periode Januari hingga 18 November 2025, total kasus tembus 695 orang.
Dari jumlah tersebut, 381 kasus merupakan laki-laki, sementara 314 kasus adalah perempuan. Distribusi usia paling banyak berada pada kelompok 15 tahun ke atas, yang mendominasi hampir setiap bulan sejak awal tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan tren peningkatan ini sejalan dengan intensitas hujan yang semakin tinggi sejak Oktober. Kondisi ini menyebabkan sarang nyamuk Aedes aegypti lebih mudah berkembang.
“Memasuki musim hujan, angka DBD di Batam cenderung naik. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan melalui gerakan 3M Plus. Jangan menunggu ada korban, pencegahan harus dilakukan sekarang,” ujar Didi, Rabu (19/11).
Berdasarkan grafik distribusi kasus DBD per bulan, kelompok usia ≥ 15 tahun mencatat persentase tertinggi hampir di semua bulan, misalnya Januari 40 kasus, Februari 24 kasus, Juli 45 kasus, Agustus: 40 kasus, Oktober 61 kasus dan November: 21 kasus (hingga 18 November).
Sementara kelompok anak usia 5–14 tahun berada pada posisi kedua, disusul kelompok balita.
Didi menjelaskan bahwa mobilitas tinggi masyarakat usia produktif turut menjadi faktor kerentanan.
“Usia dewasa sering terpapar di luar rumah, baik di kantor maupun tempat umum. Lingkungan kerja dan rumah harus sama-sama diperhatikan kebersihannya dari genangan air,” katanya.
Dinas Kesehatan Batam juga telah mengerahkan tim untuk melakukan fogging fokus di lokasi-lokasi yang ditemukan kasus positif.
Namun, Didi menegaskan bahwa fogging bukan solusi utama. “Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Yang paling penting adalah memberantas jentik di tempat penampungan air. Jika jentik tidak hilang, kasus tetap akan muncul,” tegasnya.
Didi mengingatkan masyarakat untuk menguras bak mandi minimal seminggu sekali, menutup tempat penampungan air. Mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air, menggunakan lotion anti-nyamuk serta memastikan ventilasi rumah cukup cahaya.
“Mari kita cegah bersama. Dengan pola hidup bersih dan pemeriksaan jentik berkala, kita bisa menekan kasus DBD di Batam,” tutup Didi. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



