
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat tren penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) meningkat. Mulai Januari hingga Juli 2022, tercatat ada 521 kasus orang terinfeksi DBD dan tiga diantaranya meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, jika dibandingkan tahun lalu diperioden yang sama kasus DBD berjumlah 365 orang.
“Tren kenaikan itu salah satunya disebabkan oleh perubahan cuaca. Hal ini menjadi pendorong berkembangnya populasi sarang nyamuk pembawa virus DBD,” jelasnya.
Ia menjelaskan, kondisi musim penghujan tahun ini menjadi faktor meningkatnya kasus DBD ini dan populasi nyamuk aedes aegypti meningkat. Peningkatan ini juga meningkatkan penularan penyakit DBD.
“Kasus DBD ini bersifat fluktuatif. Di saat musim hujan, penyakit DBD akan meningkat,” tambahnya.
Ditambahnya, ratusan penderita tersebut tersebar di seluruh puskemas di kecamatan Kota Batam. Ia menyebutkan, kasus tertinggi terjadi di bulan Januari tahun ini yakni sebanyak 85 kasus.
Turun menjadi 65 kasus di Bulan Februari dan naik lagi menjadi 75 kasus di Bulan Maret 2022. Pada bulan April kasus DBD di Batam berjumlah 62 kasus, Mei 65 kasus dan sampai dengan 29 Juni ada 65 kasus.
“Terkahir hingga 18 Juli ada 65 kasus DBD,” tambahnya.(*)
Reporter: Rengga Yuliandra



