
batampos— Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan seorang guru ngaji berinisial Am (56) terhadap murid-muridnya di Kavling Seilekop, Sagulung, masih terus didalami pihak kepolisian. Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, menegaskan hingga kini sejumlah saksi sudah diperiksa, mulai dari korban, keluarga, masyarakat sekitar, hingga terduga pelaku sendiri.
“Korban yang sudah teridentifikasi ada tiga orang. Namun, informasi awal menyebutkan bisa lebih dari lima korban. Hal ini yang masih terus kami kembangkan dalam penyelidikan,” jelas Iptu Anwar Aris, Minggu (28/9).
Diketahui, Am adalah seorang guru ngaji yang membuka tempat belajar mengaji di rumahnya. Aksi bejat ini dilakukan di lokasi pengajian tersebut. Korban semuanya anak di bawah umur, bahkan dua di antaranya kakak beradik berusia 8 dan 10 tahun. Satu korban lain juga masih berusia 10 tahun.
Kasus ini mendapat perhatian serius dari aparat karena korban lebih dari satu orang dan masih anak-anak. Terungkapnya perbuatan pelaku bermula dari pengakuan para korban kepada orangtua masing-masing. Mendengar hal itu, warga sekitar pun marah besar hingga sempat terjadi aksi penyerangan ke rumah pelaku pada Jumat malam (26/9) usai Magrib.
BACA JUGA: Warga Serbu Rumah Ustaz di Seilekop, Diduga Cabuli Murid Ngaji
Pelaku sempat diamankan warga sebelum akhirnya dibawa aparat kepolisian untuk menghindari amukan massa. Meski begitu, masyarakat yang geram tetap melampiaskan kemarahan dengan menyerang rumah pelaku. Dalam video yang viral di media sosial, tampak puluhan warga melempari rumah tersebut, sementara istri dan anak pelaku harus keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
“Pengakuan pelaku sudah sesuai dengan keterangan tiga korban. Namun penyelidikan kami masih berjalan, termasuk kemungkinan adanya korban tambahan,” tambah Kanit Reskrim.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul, juga menyampaikan himbauan kepada seluruh orangtua agar lebih waspada terhadap siapa pun yang berinteraksi dengan anak-anak. “Kami minta orangtua lebih memperhatikan anak, jangan lengah meskipun dengan orang terdekat atau yang dipercaya. Kasus ini menjadi pelajaran berharga agar kita semua lebih waspada,” tegasnya.
Saat ini, polisi masih memeriksa lebih lanjut para korban dengan pendampingan orangtua. Proses hukum terhadap pelaku juga sedang berjalan. “Kami imbau masyarakat tetap menahan diri dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Semua proses hukum akan kami jalankan sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Kapolsek. (*)
Reporter: Eusebius Sara



