Selasa, 17 Februari 2026

Kasus Dugaan Penganiayaan Sopir Truk di Telaga Punggur Masih Berproses, Polisi Minta Waktu

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi.

batampos – Penyelidikan kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang sopir truk di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, hingga kini masih terus bergulir. Aparat Satreskrim Polresta Barelang memastikan laporan korban telah ditindaklanjuti dan saat ini berada dalam tahap proses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang, M Debby Tri Andrestian, saat dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan perkara tersebut meminta publik bersabar. Ia menegaskan bahwa penyidik tengah bekerja mengumpulkan alat bukti dan keterangan para pihak.

“Mohon waktu ya. Dalam proses. Semua ada mekanisme,” ujar Debby singkat saat dikonfirmasi, Selasa (17/2). Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa laporan korban tidak berhenti dan tetap berjalan dalam tahap penyelidikan.


Kasus ini sebelumnya mencuat setelah seorang sopir truk bernama Sukarman melaporkan dugaan tindak kekerasan yang dialaminya ke Polresta Barelang pada Jumat (14/2). Laporan tersebut langsung diterima dan dibenarkan oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada Kamis (12/2) di kawasan Pelabuhan Roro Telaga Punggur. Korban disebut mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum petugas saat berada di dalam pos pelabuhan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Debby juga telah membenarkan adanya laporan dari korban. “Iya, buat laporannya kemarin,” katanya kala itu. Ia menambahkan bahwa proses penyidikan dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian serta pihak-pihak yang terlibat.

Sejumlah langkah penyelidikan kini tengah ditempuh penyidik, mulai dari pemeriksaan korban, pengumpulan keterangan saksi, hingga pendalaman bukti-bukti pendukung lainnya. Polisi menegaskan seluruh proses dilakukan secara profesional dan transparan sesuai prosedur hukum.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bea dan Cukai Batam terkait dugaan keterlibatan oknum petugas dalam kasus tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Humas Bea Cukai Batam melalui sambungan telepon juga belum mendapat respons. Polisi memastikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses penyelidikan memasuki tahap berikutnya.(*)

SALAM RAMADAN