
batampos – Kasus dugaan pembobolan rekening nasabah senilai Rp4,3 miliar terus bergulir. Terbaru, penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri mulai memeriksa pihak bank terkait guna mengungkap alur transaksi dan kemungkinan celah yang dimanfaatkan pelaku.
Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, Arif Mahari, mengatakan pemeriksaan terhadap perwakilan bank telah dilakukan pada Selasa (7/4). Dua orang dari pihak bank CIMB Niaga hadir dan menjalani pemeriksaan sejak pagi.
“Untuk pihak bank sudah datang. Pemeriksaan masih berjalan dari pagi,” ujarnya.
Arif menjelaskan, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang tengah berlangsung. Namun, ia belum dapat membeberkan lebih jauh materi pemeriksaan.
“Belum bisa disampaikan karena masih berproses,” katanya.
Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah sebuah perusahaan di Batam melaporkan hilangnya dana sebesar Rp4,38 miliar dari rekening mereka. Hingga kini, sekitar Rp900 juta yang berhasil kembali, sementara sisanya sekitar Rp3,4 miliar masih belum diketahui keberadaannya.
Korban yang merupakan Direktur PT GM mengungkapkan, dana yang kembali tersebut bukan merupakan penggantian dari pihak bank, melainkan uang yang sempat tertahan di rekening sebelum ditarik pelaku.
Ia juga menyoroti adanya transaksi mencurigakan yang terjadi di luar jam operasional. Dana dalam bentuk dolar disebut tiba-tiba dikonversi menjadi rupiah tanpa persetujuan, lalu ditransfer ke sejumlah rekening berbeda.
Selain itu, korban mengaku sempat mengikuti arahan dari call center resmi bank saat kejadian berlangsung. Namun, sistem keamanan dinilai masih memiliki celah.
Akibat kejadian tersebut, operasional perusahaan ikut terdampak. Korban terpaksa mencari dana talangan untuk memenuhi kewajiban, termasuk gaji karyawan dan pembayaran pajak.
Penyidik kini juga masih menelusuri aliran dana yang diduga tersebar ke sejumlah rekening di berbagai bank. Tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
“Semua aliran dana sedang kami dalami. Kami pastikan kasus ini ditangani secara serius,” tegas Arif.(*)



