Kamis, 15 Januari 2026

Kasus Pembunuhan Wanita Penghibur di Sagulung, Polisi Pastikan Karena Soal Tarif

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pelaku pembunuhan wanita penghibur di Sagulung. Foto: Istimewa

batampos – Seorang wanita penghibur berinisial Vla (30) ditemukan tewas mengenaskan di salah satu kamar S Kostel yang terletak di ruko simpang Basecamp, Kecamatan Sagulung, Senin (2/6) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Korban tewas akibat ditikam sebanyak 19 kali oleh pria yang baru dikenalnya lewat aplikasi Mi Chat.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, menyatakan bahwa pembunuhan ini tidak dilatarbelakangi motif perampokan atau pencurian barang milik korban. “Ini murni karena perselisihan tarif antara pelaku dan korban. Tidak ada barang berharga yang diambil,” tegasnya.

Pelaku yang diketahui berinisial Mi (20), merupakan pria lajang yang bekerja di galangan kapal di Batam. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban dan pelaku sepakat bertemu melalui aplikasi Mi Chat dengan tarif layanan sebesar Rp 350 ribu untuk short time. Namun usai melakukan hubungan badan, pelaku hanya membayar Rp 50 ribu dengan dalih akan mentransfer sisanya. Hal ini memicu pertengkaran yang berujung pada aksi brutal.

Baca Juga: Mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang Lolos dari Hukuman Mati, JPU Banding

“Pelaku mengaku emosi karena korban terus menagih sisa pembayaran dan memarahinya. Dia gelap mata dan akhirnya menusuk korban dengan pisau yang memang sudah dibawa dari rumah,” tambah Anwar. Pelaku sendiri telah diamankan tak lama setelah kejadian, di lokasi yang sama.

Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan, membenarkan bahwa pelaku melakukan pembunuhan dengan senjata tajam yang dibawanya sendiri. “Pisau itu katanya untuk berjaga-jaga, tapi akhirnya digunakan untuk menghabisi korban,” ujarnya. Pelaku saat ini sudah ditahan dan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana.

Baca Juga: Jaksa Tuntut Hukuman Mati, Shigit Sarwo Edi Divonis Penjara Seumur Hidup, Kasus Jual Barang Bukti Narkoba

Menurut resepsionis kostel tempat kejadian, pelaku memesan kamar seorang diri dan tidak menunjukkan gelagat mencurigakan. “Dia sewa kamar satu malam, Rp 170 ribu. Sekitar pukul 03.00 WIB kami dengar keributan dari kamar, dan tak lama kemudian korban ditemukan dalam kondisi kritis,” ujar pria yang enggan disebut namanya.

Jenazah korban sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong. Hasil otopsi mengungkapkan adanya 19 luka tusuk di tubuh korban. Saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa lebih dari empat saksi, termasuk staf hotel. Proses penyelidikan terus dilakukan untuk melengkapi berkas perkara. (*)

 

Update