Minggu, 15 Februari 2026

Kasus Pengeroyokan di Batam Kembangkan ke Jaringan Curanmor

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pengusutan kasus pengeroyokan di Batam mengungkap fakta baru. Salah satu pelaku berinisial Re diduga merupakan bagian dari jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang telah lama beroperasi.

Kapolsek Lubukbaja, Denny Langie, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan bersama Polresta Barelang dan Polsek Lubukbaja.

“Masih kami kembangkan untuk membongkar jaringan ini,” ujarnya, Sabtu (14/2).


Baca Juga: Ramadan Istimewa di Grand Mercure Batam Centre, Buka Puasa Dapat Undian Emas

Menurut Denny, Re diketahui merupakan residivis kasus curanmor dan pernah menjalani hukuman penjara. Polisi menduga ia memiliki peran penting dalam jaringan tersebut, yang diduga beranggotakan lebih dari tiga orang.

Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang merilis penanganan kasus pengeroyokan tersebut dalam konferensi pers di Mapolresta Barelang, Senin (9/2).

Kasatreskrim Polresta Barelang, M. Debby Tri Andrestian, menjelaskan pengeroyokan dipicu konflik pribadi yang berkaitan dengan persoalan hubungan masa lalu antara korban dan istri salah satu tersangka.

Perselisihan itu berujung aksi kekerasan secara bersama-sama di muka umum hingga menyebabkan korban mengalami luka serius.

Polisi bergerak cepat dengan menangkap tersangka utama berinisial IB di kawasan Seraya, Batu Ampar, beberapa jam setelah kejadian.

Dari hasil pengembangan, dua pelaku lain, termasuk Re, juga berhasil diamankan di wilayah Bengkong pada hari yang sama.

Baca Juga: 49 Ribu Peserta Batam Terdampak

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Noval Adimas Ardianto, mengatakan motif pengeroyokan dipicu rasa sakit hati.

“Korban dan istri tersangka pernah memiliki hubungan. Ucapan korban memicu emosi tersangka, lalu mengajak rekannya melakukan pengeroyokan,” jelasnya.

Seiring berjalannya penyidikan, polisi kini mendalami dugaan keterkaitan para tersangka dengan jaringan curanmor yang lebih luas. Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya tersangka tambahan. (*)

Update