
batampos – Perkumpulan Kawan Lama (Kalam) kembali menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama, sekaligus memberikan santunan kepada 30 anak-anak dari Panti Asuhan Nur Jannah, dan dukungan bagi anggota Kalam yang sakit. Acara yang mengambil tema, “sahabat lama-kenangan baru, kebersamaan itu ibadah dan selalu indah” itu digelar di De Patros Harbour Bay, Sabtu (14/03), berlangsung hangat, penuh keakraban, dan keceriaan.
Ketua Kalam Batam, Herman Noor, menekankan pentingnya kegiatan sosial ini. “Ini bukan sekadar tradisi buka puasa bersama. Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dan bakti sosial kami untuk anak-anak yatim. Semoga bantuan ini bermanfaat, diterima dengan senang hati, dan menjadi berkah bagi semua,” ujar Herman dengan hangat. Ia juga meminta doa dari anak-anak panti untuk anggota dan donatur Kalam agar senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kesuksesan.
Acara ini juga menjadi momen reuni para tokoh Batam yang tergabung dalam Kalam, termasuk H Ismeth Abdullah, Sri Soedarsono, HM Soerya Respationo, Datok Amat Tantoso, Usep RS, Aida Ismeth, Rudi Tan, Randi Tan, Taba Iskandar, Guntur Sakti, Buralimar, Nur Syafriadi, Rahman Usman, dan tokoh Batam lainnya.
Pendiri Kalam, Soerya Respationo, menegaskan bahwa keberagaman profesi, agama, dan suku di Kawan Lama adalah kekayaan Batam yang harus dijaga.
“Kawan Lama adalah rumah bagi semua yang peduli pada Batam. Di sini kita berdiskusi, bertukar gagasan, dan menyalurkan energi untuk membuat kota ini lebih baik. Silaturahmi ini bukan hanya nostalgia, tapi juga inspirasi untuk masa depan Batam,” ujar Soerya.
Senada, Ismeth Abdullah mengingatkan tanggung jawab Kawan Lama Batam dalam membangun kota. “Forum Kawan Lama memberi kesempatan bagi kita untuk memberikan masukan nyata agar kota ini lebih maju, tertata, dan berdaya saing. Kita punya kewajiban ikut membangun Batam dengan pengalaman dan gagasan yang dimiliki,” kata Ismeth.
Sementara itu, Datok Amat Tantoso, pengusaha Batam, menilai kegiatan ini bukan sekadar buka puasa bersama, tapi juga reuni para tokoh yang sudah berkontribusi besar bagi pembangunan kota Batam.
“Buka puasa bersama ini lebih dari sekadar reuni. Ini adalah pertemuan orang-orang yang sudah berkontribusi dalam membangun Batam. Kami sebagai pengusaha dan sebagai putra daerah sangat berterimakasih dan mengapresiasi. Kami ingin Batam semakin maju dengan ide ide yang muncul dari Forum Kawan Lama,” ujarnya.
Usep RS menambahkan, acara ini tak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi ajang berbagi ide untuk kemajuan Batam.
Kawan Lama sendiri merupakan forum yang lahir dari Forum 70, tempat berkumpul orang-orang yang berperan dalam pembangunan Batam sejak 1970 hingga 1990. Anggotanya berasal dari pengusaha, pejabat, mantan pejabat, politisi, dan berbagai etnis. Selain kegiatan sosial, Kalam aktif memberi masukan konstruktif bagi pemerintah.
Usai berbuka puasa, santunan diserahkan kepada anak-anak panti, dilanjutkan dengan bincang santai antaranggota, membahas gagasan dan strategi untuk mendukung pembangunan Batam ke depan. (*)



