Senin, 16 Februari 2026

Kawasan Industri Tunas Prima Berkonsep Industri Hijau di Area Strategis Kota Batam 

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala BP Batam Muhammad Rudi bersama Chairman Tunas Group Dolly, Head Of Business Development Tunas Group Crispin Andereas, Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun dan undangan berfoto pada acara groundbreaking Kawasan Industri Tunas Pima di Kabil, Selasa (19/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Nilai investasi Kawasan Industri Tunas Prima mencapai Rp 20 triliun. Kawasan ini diprediksi dapat menyerap tenaga kerja hingga 15 ribu orang. Head of Business Development Tunas Group, Chrispin Andereas mengatakan, groundbreaking Kawasan Tunas Prima bukan hanya pencapaian Tunas Grup saja, tapi juga bagi Kota Batam.

Kawasan Industri Tunas Prima diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap Kota Batam.

“Tunas Prima memperhatikan konsep keberlanjutan dan kawasan industri hijau. Kami merancangnya secara komprehensif,” kata Chrispin saat memberikan sambutan dalam groundbreaking Kawasan Tunas Prima, Selasa (19/9).


Ia mengatakan, nantinya akan menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT), yang berasal dari PLTS Dam Tembesi yang disiapkan oleh PLN Batam. “Ada sebesar 42 Mega Watt,” ujar.

EBT tersebut itu, kata Chrispin akan disalurkan ke tenan-tenan yang di dalam Kawasan Industri Tunas Prima.  Chrispin mengatakan, di Kawasan Industri Tunas Prima menggunakan infrastruktur yang modern dan ramah lingkungan.

Selain itu,   Kawasan Industri Tunas Prima menjalankan prinsip-prinsip keberlanjutan, seperti mengurangi dampak dari limbah dan keamanan air, serta mempromosikan desain lingkungan hijau dengan infrastruktur yang ramah lingkungan. Kawasan Industri Tunas Prima menjadi terobosan baru sebagai kawasan industri pertama di Indonesia, yang sedang menuju untuk bersertifikasi Green Mark For District yang dikeluarkan oleh Building and Construction Authority (BCA) International, dan sertifikat Greenship Neighborhood yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI).

Chrispin mengatakan, jika seluruh tenan di Kawasan Industri Tunas Prima terisi, estimasi ada sebanyak 15 ribu karyawan dibutuhkan. Selain itu, karyawan-karyawan di Batam mendapatkan transfer of skill dari perusahaan-perusahaan yang memiliki teknologi tinggi.

BACA JUGA: Kawasan Industri Tunas Prima Ground Breaking, Hari Ini

“Investasi awal kami Rp 2 triliun. Jika semua tenan itu full, estimasi investasi Rp 20 triliun,” tuturnya.

Chrispin mengatakan, Kawasan Industri Tunas Prima menjadi kawasan industri ke 6 yang dikembangkan oleh Tunas Group.  Dimana sebelumnya telah berhasil mengembangkan kawasan industri di Kota Batam dan juga Jakarta dengan total luas lahan mencapai 250 hektar.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi bersama Chairman Tunas Group Dolly, Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun melakukan penanaman pohon pada groundbreaking Kawasan Industri Tunas Pima di Kabil, Selasa (19/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Pengembangan Kawasan Industri Tunas Prima  berlokasi pada area strategis di Kabil, Kota Batam dengan luas lahan 100 hektar, dilengkapi infrastruktur pendukung yang baik dan akses yang mudah dijangkau ke Bandara Internasional Hang Nadim, Terminal Ferry Internasional dan domestik, Pelabuhan kargo, kawasan pemukiman untuk pekerja rusun BPJS dan Rusun BP Batam, Rumah Sakit serta komersial area.

Chripsin mengatakan, pengembangan kawasan industri dengan konsep Sustainable Future yang dijalankan, adalah bentuk kontribusi dukungan nyata terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan dan menjaga pembangunan ekonomi dan investasi jangka panjang yang ramah lingkungan. Tentunya semua itu sesuai dengan target visi Indonesia 2045, dengan salah satu pilar pentingnya yaitu melalui ketahanan air, ketahanan energi dan komitmen terhadap lingkungan hidup dan pembangunan rendah karbon yang terus berkelanjutan.

BACA JUGA: Tunas Group Hadirkan Konsep Kawasan Industri Modern dan Ramah Lingkungan

Kawasan Industri Tunas Prima juga memberikan kemudahan dengan berbagai pilihan terbaik, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Atas groundbreaking Kawasan Industri Tunas Prima ini, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi memberikan apresiasi besar.

“Tunas Grup membuktikan, bisa mengembangkan kawasan ini. Investasi datang, kami pun memberikan kemudahan,” kata Rudi.

Ia mengatakan, dengan adanya investasi yang akan masuk ke Kawasan Industri Tunas Prima itu bisa terus berlanjut. Sehingga, akan berdampak pada perputaran ekonomi Kota Batam kedepannya.

Dengan adanya Kawasan Industri Tunas Prima ini, dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di Kota Batam. Sebagaimana di tahun 2022 lalu, pertumbuhan ekonomi Kota Batam mencapai 6,84 persen.

Maka di tahun 2023 ini, ia mengharapkan pertumbuhan ekonomi Kota Batam bisa diatas 7 persen dan 8 persen pada tahun 2025.

“Dengan catatan tidak boleh ada keributan. Semua harus berjalan dengan baik. Saya titip kepada seluruh masyarakat Kota Batam untuk menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin. Kalau dengan emosional, yakin lah ini akan menjadi masalah dan yang rugi adalah kita semua,” ujarnya. (*)

reporter: juanda

Update