Rabu, 11 Februari 2026

Kebakaran Hutan Lindung Piayu Ancam Permukiman GMP, Kebun dan Kandang Babi Hangus

spot_img

Berita Terkait

spot_img
‎Kebakaran di kawasan Hutan Lindung Piayu, Pancur Tower Dua, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam, Selasa (10/2) sore, mengancam permukiman warga GMP. F. M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Kebakaran kembali terjadi di kawasan Hutan Lindung Piayu, Pancur Tower Dua, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam, Selasa (10/2) sore. Kobaran api membakar area perbukitan yang berdekatan dengan permukiman warga GMP, memicu kekhawatiran meluasnya kebakaran akibat angin yang bertiup cukup kencang.

Lokasi kebakaran berada di dataran tinggi dan berjarak sekitar 20 menit pendakian dari permukiman warga. Medan yang terjal membuat armada pemadam kebakaran kesulitan menjangkau titik api. Sejumlah warga pun naik ke bukit untuk membantu pemadaman dengan peralatan seadanya.

“Di pertengahan bukit itu ada kebun warga, luasnya sekitar tiga hektare. Isinya macam-macam, ada pisang, ubi, nanas, dan tanaman lainnya,” ujar Urip, warga setempat.


Baca Juga: Cegah Kekerasan Seksual, SMKN 1 Batam Buka Layanan Pengaduan dan Perkuat Sosialisasi

Api mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WIB dan hingga pukul 21.30 WIB belum sepenuhnya padam. Selain kebun warga, kebakaran juga melahap kandang peternakan babi yang berada di lereng bukit.

Warga menduga kebakaran sengaja dipicu oleh oknum tertentu. Dugaan itu muncul karena kebakaran serupa kerap berulang di kawasan tersebut.
“Ada yang bakar ini, bang. Sudah sering kejadian. Mungkin ada yang sengaja,” kata Septian, warga lainnya.

Menurut Septian, kawasan bukit yang dikenal dengan sebutan Tebing Tinggi itu jalurnya merambat hingga ke kawasan MP2. Area tersebut juga kerap dijadikan jalur pendakian dan lokasi tracking oleh komunitas pecinta alam maupun warga, terutama saat akhir pekan.

Ia mengingatkan, jika angin bertiup kencang, api berpotensi merambat lebih luas dan mengancam fasilitas di sekitarnya.
“Kalau angin kencang, apinya bisa habisin kebun warga, kandang ternak, bahkan bisa sampai ke SMK Negeri 3 Batam. Jaraknya dekat, cuma sepelemparan batu,” ujarnya.

Kobaran api terlihat jelas dari Jembatan Barelang I, menandakan luasnya area yang terbakar dan tingginya api di perbukitan tersebut.

Baca Juga: BMKG: Batam Kesulitan Hujan hingga Maret, Waduk Terancam Kering

Warga menyebut kebakaran di kawasan hutan lindung ini bukan kali pertama terjadi. Peristiwa serupa juga pernah melanda area yang sama pada 2021.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, Andi, membenarkan kejadian tersebut. Petugas pemadam telah dikerahkan sejak sore hari.

“Iya benar, sekitar jam lima sore pemadam kebakaran sudah ke lokasi,” kata Andi saat dikonfirmasi.

Namun, hingga malam hari penyebab kebakaran maupun jumlah unit yang dikerahkan belum dapat dipastikan. “Titik apinya ada di beberapa lokasi dan sulit dijangkau,” ujarnya. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update