
batampos – Jadwal keberangkatan kapal roll on–roll off (Ro-Ro) rute Pelabuhan Telaga Punggur–Tanjung Uban resmi mengalami penyesuaian. Mulai Minggu (11/1), kapal diberangkatkan setiap 1 jam 15 menit, lebih cepat dari usulan sebelumnya yang sempat direncanakan per 1 jam 30 menit.
Syahbandar Pelabuhan Telaga Punggur, Deni Cahyadi, mengatakan perubahan jadwal tersebut disepakati setelah mempertimbangkan kondisi operasional kapal di lapangan. Salah satu pertimbangannya adalah lamanya waktu sandar kapal jika jadwal dibuat terlalu renggang.
“Awalnya memang diusulkan per satu jam 30 menit. Namun melihat kapal terlalu lama sandar, akhirnya disetujui keberangkatan per satu jam 15 menit dan sudah mulai berlaku,” ujar Deni, Minggu (11/1).
Baca Juga: Saat Nasional Disorot, Batam Catat Tren Penurunan Kemiskinan
Deni menjelaskan, penyesuaian jadwal ini bersifat sementara. Kebijakan tersebut diambil karena kondisi pelayaran di wilayah Kepulauan Riau, khususnya perairan Batam–Bintan, masih belum sepenuhnya kondusif.
“Perubahan ini tidak bersifat permanen. Kami masih melihat situasi kapal dan cuaca yang saat ini memang belum baik. Kalau kondisi sudah normal, jadwal bisa kembali dievaluasi,” jelasnya.
Berdasarkan jadwal operasional yang ditetapkan Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Telaga Punggur BPTD Kelas II Kepulauan Riau, sejumlah kapal Ro-Ro melayani lintasan Telaga Punggur–Tanjung Uban secara bergantian sejak pukul 06.00 WIB hingga malam hari.
Armada yang dioperasikan antara lain KMP Niaga Ferry II, KMP Mulia Nusantara, KMP Tanjung Burang, dan KMP Trisakti Adinda.
Selain lintasan ke Tanjung Uban, pelabuhan Telaga Punggur juga melayani penyeberangan ke Tanjung Balai Karimun dan Mengkapan Buton dengan kapal KMP Teluk Singkil dan KMP Lome yang dioperasikan ASDP.
Baca Juga: Bulog Batam Siapkan Beras Premium dari Makassar untuk Kebutuhan MBG
Penetapan jadwal ini mengacu pada Surat Kepala BPTD Kelas II Kepulauan Riau Nomor AP005/1/2/BPTD-KEPRI/2026 tertanggal 9 Januari 2026 tentang Penetapan Jadwal Operasional Pelabuhan Penyeberangan Telaga Punggur–Tanjung Uban.
Deni memastikan penyesuaian jadwal tidak akan merugikan penumpang. Sistem penjualan tiket, khususnya tiket daring, telah disesuaikan dengan jam keberangkatan terbaru.
“Penjualan tiket menyesuaikan jadwal yang berlaku. Jadi tidak ada penumpukan penumpang. Kami juga terus berkoordinasi dengan operator kapal,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan untuk selalu memantau informasi resmi dari pihak pelabuhan terkait perubahan jadwal, mengingat kondisi cuaca di perairan Kepri masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.
“Untuk saat ini, jumlah roro berangkat jadi 11 kapal, dari sebelumnya 13 kapal,” pungkasnya. (*)



