
batampos – Pemerintah Kota Batam terus memperluas capaian target vaksin booster. Rencananya dalam waktu dekat ini pembukaan gerai vaksin juga akan berada di pelabuhan antar kabupaten/ kota.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setdako Batam, Yusfa Hendri mengatakan seiring perubahan aturan perjalanan yang diberlakukan per 17 Juli 2022 yang mempersyaratkan booster sebagai syarat perjalanan. Satgas Percepatan dan Pengendalian Covid-19 Batam berupaya mempercepat dan mempermudah pendistribusian vaksin booster ini.
“Saat ini angka capaian booster sudah berada di angka 56 persen atau 442 ribu orang. Masih ada kurang lebih 300 ribu lagi target yang harus dikejar,” kata dia, Minggu (17/7).
Bagi warga yang belum mendapatkan booster diharapkan untuk segera mendatangi posko, puskesmas. Selain itu Pemko Batam juga sudah membuka gerai vaksin di Bandara untuk mempermudah penumpang untuk mendapatkan vaksin dosis ketiga.
“Sebenarnya kalau vaksin ini cukup membantu dan membuat biaya perjalanan lebih murah. Kalau belum vaksin booster, calon penumpang wajib rapid test untuk mereka yang baru dosis kedua, dan PCR test bagi yang masih dosis pertama. Jadi kami harapkan animo masyarakat bisa kembali meningkat dengan adanya aturan ini,” jelasnya.
Perubahan aturan ini bertujuan untuk mendorong capaian vaksinasi booster, termasuk di Kota Batam. Batam sudah melakukan percepatan melalui penyediaan 35 titik vaksin yang bisa didatangi warga Batam.
“Kemarin kami sudah rapat koordinasi bersama provinsi untuk membahas percepatan capaian vaksin di Kepri. Batam saat ini masih yang terbaik capaian di Kepri, dan ini akan ditingkatkan kembali,” bebernya.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan Batam ini mengimbau kepada pelaku usaha untuk turut mendukung program percepatan vaksin tersebut. Salah satunya dengan kembali memasang barcode PeduliLindungi, dan meminta petugas untuk mewajibkan pengunjung pusat perbelanjaan untuk memindai barcode tersebut.
“Selain itu, kami juga minta penyediaan fasilitas protkes seperti pengecekan suhu, handsanitizer, dan mengingatkan pengunjung untuk pakai masker,” imbuhnya.
Yusfa mengakui saat ini masih ada kurang lebih 20 kasus aktif. Tingginya mobilitas ke Batam dan meningkatkan kasus di daerah lain, turut mempengaruhi perkembangan kasus di Batam.
“Kita tidak bisa menahan orang ke Batam. Jadi yang bisa dilakukan adalah mengantisipasi penyebaran,” tambahnya.
Batam, lanjutnya, masih menjadi kota transit bagi mereka yang ingin berpergian ke Singapura. Sehingga hal ini membuat arus perjalanan lebih tinggi dan padat dibanding sebelumnya.
“Jadi tingginya kasus di daerah lain cukup mempengaruhi perkembangan di Batam ini. Karena mobilitas yang tinggi ini,” tutupnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



