
batampos – Rentetan kecelakaan kerja yang terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard Batam kembali menjadi sorotan. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun terakhir, sejumlah insiden fatal berulang kali terjadi di kawasan industri tersebut dan menelan banyak korban jiwa, sehingga memicu perhatian serius dari pemerintah.
Insiden terbaru terjadi pada Jumat (6/3) sore ketika sebuah tugboat yang tengah membantu proses pandu kapal kargo di perairan sekitar galangan kapal tiba-tiba terbalik. Dalam kejadian itu terdapat lima kru di atas kapal.
Tiga kru dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, yakni Abdul Rahman selaku nakhoda, Guntur Pardede sebagai chief officer, dan Jhonson Bertuahman Damanik sebagai chief engineer. Sementara dua kru lainnya, Yusuf Tankin dan M Habib Ansyari, berhasil selamat dari kecelakaan tersebut.
Baca Juga: Tugboat ASL Terbalik: 3 ABK Tewas, 2 Selamat, Disnaker Pastikan Penanganan Korban dan Santunan
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden di kawasan PT ASL Shipyard. Sebelumnya pada 24 Juni 2025 terjadi kebakaran di kapal tanker MT Federal II yang tengah menjalani perbaikan di galangan kapal tersebut. Peristiwa itu menyebabkan empat pekerja meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 15 Oktober 2025, kembali terjadi ledakan dan kebakaran di kapal yang sama. Insiden tersebut bahkan menelan korban lebih besar, yakni 14 pekerja meninggal dunia dan 17 lainnya mengalami luka-luka.
Lalu pada Senin, 29 Des 2025, Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan industri galangan kapal PT ASL Shipyard Tanjunguncang, sore, sekitar pukul 15.30 WIB. Pekerja subkontraktor PT Vinex Caatindo berinisial RS, 34, tewas tersengat aliran listrik.
Baca Juga: Serikat Pekerja Desak PT ASL Ditutup
Menanggapi kejadian terbaru ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau, Diky Wijaya, menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Ia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari instansi terkait untuk mengetahui penyebab pasti insiden tugboat terbalik tersebut.
“Yang pertama kami menyampaikan belasungkawa kepada korban yang terkena musibah. Kejadian ini masih dalam penanganan pihak berwajib di Polsek Batu Aji,” kata Diky Wijaya saat menjenguk korban selamat di RS Aini, Minggu (8/3).
Menurutnya, karena insiden terjadi di sektor kelautan, pihaknya juga menunggu hasil pembahasan antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Basarnas untuk mengetahui di mana titik penyebab kecelakaan tersebut.
Diky menegaskan Disnakertrans Kepri belum dapat memastikan apakah insiden tersebut masuk kategori kecelakaan kerja atau tidak. Namun apabila hasil investigasi menyatakan demikian, maka penanganannya akan dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan terkait keselamatan dan kesehatan kerja, mengingat rentetan kecelakaan di kawasan galangan kapal tersebut kini menjadi perhatian pemerintah. (*)



