Selasa, 31 Maret 2026

Kedutaan Australia Tinjau Kesiapan SAR Batam, Perkuat Jaminan Keamanan Wisatawan di Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kunjungan tim konsuler Kedutaan Australia ke Pos SAR Batam pada Selasa (31/3). Eusebius/Batam Pos

batampos – Kunjungan tim konsuler Kedutaan Australia ke Pos SAR Batam pada Selasa (31/3) pagi menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama keselamatan bagi warga negara asing, khususnya wisatawan asal Australia yang berkunjung ke wilayah Kepulauan Riau.

Kunjungan tersebut dihadiri perwakilan Kedutaan Australia di Jakarta, yakni Consular Manager Mr. Pandu Suryadiputra dan Consul Ms. Sienna McBroom. Mereka disambut langsung oleh jajaran Basarnas, termasuk Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Basarnas Didi Hamzar serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli.

Dalam pertemuan tersebut, Basarnas memaparkan kesiapan operasional serta standar prosedur penanganan keadaan darurat, khususnya yang melibatkan warga negara asing di wilayah perairan dan destinasi wisata Kepulauan Riau, termasuk Batam sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara.

“Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan kami dalam menghadapi situasi darurat, terutama jika melibatkan warga negara Australia yang berkunjung untuk bisnis maupun wisata,” ujar Didi Hamzar dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa seluruh prosedur operasi standar (SOP) telah diterapkan secara optimal, termasuk sinergi lintas instansi seperti kepolisian, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya. Basarnas juga memastikan tidak ada perlakuan diskriminatif dalam penanganan korban, baik warga negara Indonesia maupun asing.

“Semua penanganan dilakukan sesuai standar internasional dengan memaksimalkan sumber daya yang ada di Batam. Tidak perlu ada kekhawatiran, karena kami siap memberikan bantuan secara profesional,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Kedutaan Australia menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan profesionalisme Basarnas dalam menjalankan tugas pencarian dan pertolongan. Mereka berharap kunjungan ini dapat semakin mempererat kerja sama dalam menjamin keselamatan warga Australia di Indonesia.

Kepulauan Riau sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan mancanegara, termasuk Australia. Tingginya kunjungan wisatawan mendorong perlunya peningkatan standar keselamatan di berbagai lokasi wisata, termasuk resort dan kawasan perairan.

Basarnas juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dari pihak pengelola destinasi wisata. Melalui program edukasi dan sosialisasi, pengelola dan petugas di lapangan didorong untuk memiliki kemampuan penanganan awal saat terjadi kondisi darurat sebelum tim SAR tiba di lokasi.

“Kami terus melakukan edukasi kepada pengelola resort dan tempat wisata agar memiliki sistem rescue sendiri. Harapannya, jika terjadi sesuatu, mereka dapat melakukan penanganan awal dengan cepat,” jelas Fazzli.

Selain sektor pariwisata, Basarnas juga menyoroti masih rendahnya kesadaran keselamatan di kalangan masyarakat, khususnya nelayan. Kebiasaan mengabaikan perlengkapan keselamatan karena merasa sudah berpengalaman menjadi salah satu faktor risiko yang sering ditemui di lapangan.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara Indonesia dan Australia dalam meningkatkan standar keselamatan serta respons tanggap darurat, demi memberikan rasa aman bagi seluruh wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Riau.(*)

UPDATE