Senin, 12 Januari 2026

Kejar-kejaran Bersenjata Tajam di Baloi Bikin Geger, Laporan Warga Lewat 110 Ditangani Polisi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi

batampos – Suasana di sekitar Bengkel Daihatsu Baloi, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam, mendadak tegang pada Senin (22/12) sore. Warga sempat dibuat panik setelah terjadi kejar-kejaran menggunakan senjata tajam yang melibatkan hubungan keluarga.

Peristiwa itu pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Anggi melalui layanan darurat Call Center 110 Polresta Barelang sekitar pukul 18.33 WIB. Dalam laporannya, Anggi menyebutkan bahwa orang tuanya diduga mengejar menantunya dengan membawa senjata tajam, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan orang sekitar.

“Waktu itu situasinya sudah ribut, kami takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Makanya langsung hubungi 110,” ujar Anggi saat wawancarai Batam Pos.

Baca Juga: Kapolda Kepri Imbau Warga Hindari Perayaan Berlebihan Saat Tahun Baru

Menurut sejumlah warga sekitar, kejadian tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan dan warga sekitar bengkel. Beberapa orang memilih menjauh karena khawatir situasi berkembang menjadi kekerasan.

“Awalnya kami kira cekcok biasa, tapi setelah lihat ada sajam, warga langsung waspada,” kata Rudi, salah seorang saksi mata di lokasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas operator Call Center 110 Polresta Barelang langsung berkoordinasi dengan jajaran Polsek Lubukbaja. Tak berselang lama, personel kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan memastikan situasi tetap terkendali.

Kepala Kapolsek Lubuk Baja, Rangga Primazada melalui petugas piket di lokasi membenarkan adanya laporan dugaan ancaman senjata tajam tersebut. Menurutnya, kehadiran polisi bertujuan untuk meredam situasi agar tidak berkembang menjadi tindak pidana.

“Kami langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari 110. Situasi berhasil dikendalikan, dan tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujar Rangga kepada Batam Pos Selasa (23/12) siang.

Baca Juga: Berawal Cek-cok, Pekerja PT ASL Ditikam Teman Kerja

Petugas juga melakukan pendekatan persuasif terhadap pihak-pihak yang terlibat guna mencegah konflik berlanjut. Hingga petugas meninggalkan lokasi, kondisi dinyatakan aman dan terkendali.

Anggi mengaku lega atas respons cepat kepolisian. Ia menyampaikan apresiasi karena laporan yang disampaikan melalui layanan 110 langsung ditindaklanjuti.

“Kami berterima kasih, polisi cepat datang. Kalau tidak, mungkin bisa terjadi hal yang lebih buruk,” ujarnya.

Polresta Barelang mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui Call Center 110 apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar, terutama yang berisiko menimbulkan kekerasan.

“Respons cepat diharapkan dapat mencegah kejadian serupa berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih serius,” kata Rangga. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update