
batampos – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Batam menjadi sekolah negeri yang satu-satunya membuka jurusan kelas bahasa. Jurusan ini termasuk sepi peminat, jika dibandingkan kelas IPA atau IPS. Satu rombel isinya 36 orang, tak jarang isinya kurang dari itu.
Meskipun begitu, siswa-siswa yang lulus dari sekolah memiliki kecakapan di bidang sastra. Terbukti, beberapa diantaranya diterima melalui jalur undangan ke beberapa universitas ternama.
“Jurusannya sastra apa gitu, saya kurang hafal detailnya. Namun, tahun ini saja banyak yang masuk jalur undangan ke UGM, Unibraw bahkan ke UI juga,” kata Kepala SMAN 3 Batam, Vivi Kusuma Effendi, Rabu (8/6).
Vivi mengaku jurusan bahasan ini sangat sepi peminat. Setiap tahunnya, SMAN 3 Batam hanya membuka satu rombel untuk jurusan ini. Penyaringan siswa yang masuk jurusan ini, sudah dilakukan sedari awal.
“Jadi sejak masuk ke SMAN 3 Batam, mereka harus berkomitmen. Jika saat masuk ke SMAN 3 Batam tujuan jurusan bahasa, maka di saat kelas XI tidak boleh pindah,” ungkap Vivi.
Ia mengatakan, perjanjian tersebut dituangkan sebuah kesepakatan. Vivi mengaku tidak ingin jurusan bahasa hanya jadi batu loncatan. Sebab, terkadang siswa yang masuk jurusan bahasa, begitu di kelas XI ingin pindah ke jurusan lainnya.
“Kami konsisten, jika sudah memilih bahasa, yah tetap di sana. Jika tidak ingin, jangan masuk melalui jurusan tersebut,” ungkapnya.
Vivi sengat mengapresiasi komitmen anak-anak jurusan bahasa. Sebab, sejak awal hingga kini, tak banyak yang mengajukan pindah jurusan.
“Saya apresiasi. Namun, saat masuk universitas bukan tidak mungkin mereka masuk jurusan lain. Tahun lalu, anak jurusan bahasa, lulus di universitas jurusan hukum,” ucapnya.
Selain jurusan bahasa, SMAN 3 Batam memiliki jurusan IPA dan IPS. Tahun ini, kata Vivi ada 8 rombel atau kelas yang dibuka. Satu untuk jurusan bahasan, 7nya lagi untuk IPA dan IPS.
“Komposisinya belum bisa kami tentunya, berapa rombel IPA atau IPS. Tergantung dengan hasil tes anak-anak nanti,” tuturnya. (*)
Reporter : FISKA JUANDA



