
batampos – Kehebohan terjadi di jagat media sosial masyarakat Batuaji dan Sagulung. Video CCTV yang memperlihatkan sekelompok ibu-ibu sedang ngumpet perlengkapan kosmetik di Apotek R 24 komplek pasar Fanindo, Batuaji beredar di media sosial, sepanjang akhir pekan kemarin.
Dalam video tersebut terlihat dengan jelas, tiga orang wanita berumur bekerja sama untuk membawa pulang kosmetik dengan cara ngutil. Satu orang mengamati situasi dan dua lain menjalankan aksi pencurian. Sejumlah alat kosmetik yang ada di rak pajangan Apotek dimasukan ke dalam jaket.
Ketiga wanita ini sukses dengan aksi ngutil mereka meskipun akhirnya perbuatan mereka viral di media sosial.
Leni Maryati, HRD Apotek R 24 menjelaskan, video yang viral itu memang terjadi di Apotek R 24 dan itu terjadi pada Sabtu (22/6) sore sekitar pukul 15.30.WIB.
“Iya itu di sini terjadinya. Sampai sekarang tak ada niat baek mereka untuk kembalikan,” ujar Leni.
Atas kejadian itu, Leni mengaku masih memberi waktu hingga 1×24 jam kepada ketiga pelaku untuk segera mengembalikan barang yang mereka ngutil. Jika tidak pihaknya akan membuat laporan resmi ke pihak kepolisian setempat.
“Kalau tidak juga dibalikan, besok kita lapor ke Polsek,” kata Leni.
Barang Apotek yang curi ketiga wanita ini umumnya adalah kosmetik kecantikan. Pihak Apotek menduga para pelaku ini kompolotan yang sama dengan aksi pencurian sebelum sebelumnya.
“Sudah sering kami kehilangan barang. Barang kosmetik semua yang dicuri. Untuk cantik tapi pake nyolong. Kalau ditotalkan semua sudah lebih dari Rp 10 juta kerugian kami,” ujar Leni.
Dijelaskan Leni, Apotek mereka selama ini sering kehilangan perlengkapan kosmetik. Mulai dari obat herbal untuk kecantikan hingga kosmetik kecantikan lainnya.
“Awal-awal yang hilang itu obat herbal kecantikan. Kami pindah ke tempat yang agak terbuka jadi susah untuk nyolong, kini mereka pindah ke alat kosmetik lain di tempat yang sama. Ini kali tertangkap kamera makanya kita akan ambil upaya hukum ini, kalau sampai malam nanti tak ada niat baik mereka untuk kembalikan,” ujar Leni.
Kapolsek Batuaji AKP Benny Syharizal, melalui kasi humas Polsek Batuaji Bripka Harefa mengaku, belum menerima laporan pencurian tersebut. Namun demikian Benny tetap menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada lagi dengan lingkungan tempat tinggal atau kerja.
Pelaku usaha juga demikian, selain meningkatkan pengawasan memantau secara langsung, perlu ada kamera pengawas seperti CCTv ini untuk meminimalisir aksi kejahatan.
“Lebih waspada lagi. Dimanapun kita berada tetap perhatian keamanan diri dan barang bawaan kita,” imbau Benny. (*)
Reporter: Eusebius Sara



