Senin, 2 Februari 2026

Kelompok Spesialis Pencurian Rumah Kosong Ditangkap, Kerap Beraksi di Pagi Hari

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Ronni Bonic, didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Nona Procilia Ohei, Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus, serta Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M. Debby Tri Andrestian memberikan keterangan pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan lintas provinsi saat ekspos di Mapolresta Barelang, Senn(2/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Ditreskrimum Polda Kepri mengungkap pola aksi kelompok pencurian rumah kosong yang kerap terjadi di wilayah Batam. Para pelaku memanfaatkan waktu pagi hari, saat sebagian besar warga beraktivitas di luar rumah.

Direktur Reskrimum Polda Kepri, Kombes Ronni Bonic, mengatakan aksi kelompok-kelompok pencurian ini kerap muncul menjelang hari-hari besar keagamaan. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan dari tempat kejadian perkara (TKP) dan waktu kejadian terakhir, pola aksi pelaku bersifat acak.

“Biasanya mereka beraksi menjelang hari besar keagamaan, seperti Natal, puasa, dan Lebaran. Tetapi kalau melihat dari TKP dan waktu kejadian yang kemarin, kelompok ini bersifat acak,” kata Ronni, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, aksi pencurian tersebut berawal dari undangan salah satu pelaku yang berdomisili di Batam. Pelaku lain kemudian datang dan difasilitasi oleh jaringan yang sudah lebih dulu tinggal di daerah tersebut.

“Para pelaku ini memutar bersama orang yang tinggal di sini, memastikan rumah-rumah mana yang kosong dan memungkinkan ada barang yang bisa diambil,” ujarnya.

Sebelum melancarkan aksi, para pelaku terlebih dahulu melakukan pengecekan untuk memastikan rumah benar-benar dalam keadaan kosong. Mereka tidak akan melanjutkan aksi apabila mendapati rumah masih berpenghuni.

“Kalau tidak ada orang, barulah mereka melakukan pencurian. Tapi kalau ada orang, mereka tidak jadi. Jadi harus dipastikan dulu rumah itu benar-benar kosong,” jelas Ronni.

Berdasarkan hasil pengungkapan, sebagian besar aksi pencurian dilakukan pada pagi hari. Waktu tersebut dipilih karena banyak warga meninggalkan rumah untuk beraktivitas.

“Rata-rata kejadian terjadi pagi hari. Pada jam-jam itu masyarakat biasanya ke pasar, ke kantor, atau melakukan aktivitas lainnya. Itu yang dimanfaatkan para pelaku,” katanya.

Terkait hal tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem keamanan rumah. Salah satunya dengan memasang pengamanan berlapis.

“Kami mengimbau masyarakat menyiapkan kunci ganda di setiap rumah, seperti pintu teralis atau pintu besi. Ini akan menyulitkan pelaku saat beraksi,” tegas Ronni.

Ia menambahkan, dari sejumlah korban yang telah didata, sebagian besar rumah hanya menggunakan pintu kayu biasa sehingga mudah dibobol menggunakan alat sederhana seperti linggis atau obeng.

“Rata-rata pintu korban masih pintu kayu. Kalau dijebol pakai alat, itu sangat mudah. Dengan pengamanan tambahan, potensi kejahatan bisa ditekan,” tutupnya.(*)

ReporterYashinta

Update