
batampos – Kemacetan di Jalan Marina City, Sekupang, kian hari kian parah. Ruas jalan yang masih mengandalkan dua jalur dua arah itu tak lagi mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat, terutama di jam-jam sibuk. Warga pun mendesak Pemko Batam segera melakukan pelebaran jalan dan penataan kawasan.
Pantauan di lapangan, antrean kendaraan kerap mengular hingga ratusan meter, terutama saat pagi dan sore hari. Kemacetan pada pagi hari dipicu aktivitas warga yang berangkat kerja dan orang tua yang mengantar anak ke sekolah. Pada sore hari, situasi makin runyam akibat padatnya arus kendaraan pulang kerja dan keberadaan pedagang kaki lima (PK5) serta pasar kaget di sisi jalan.
“Setiap hari macet, apalagi sore. PKL tambah bikin sempit jalan. Kami minta pemerintah segera bertindak, jangan tunggu makin parah,” ujar Anggita, warga Marina, Selasa (26/8).
Warga lainnya, Rudi, mengaku sudah bertahun-tahun mendengar rencana pelebaran jalan di kawasan tersebut, namun hingga kini belum terealisasi. “Katanya dulu mau dilebarkan sampai lima lajur, bahkan kios-kios liar mau ditertibkan sampai ke Marina. Tapi tidak pernah jadi,” keluhnya.
Padahal, kawasan Marina terus berkembang. Jumlah hunian, kendaraan, hingga aktivitas industri dan pendidikan meningkat tajam setiap tahun. Sayangnya, kapasitas jalan tidak ikut bertambah.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar, saat dikonfirmasi mengaku memahami kondisi yang dikeluhkan warga. Namun, ia menyebut proyek pelebaran Jalan Marina City belum masuk dalam prioritas tahun ini.
“Saat ini kami masih fokus pada proyek pelebaran jalan yang sudah berjalan. Untuk titik lainnya, termasuk Marina City, akan kami sesuaikan dengan ketersediaan anggaran di tahun mendatang,” katanya.
Masyarakat berharap Pemko Batam tidak menunda terlalu lama upaya penataan dan pelebaran jalan tersebut. Mengingat kawasan Marina terus berkembang dan arus kendaraan semakin padat, penanganan yang cepat dinilai sangat penting untuk mencegah kemacetan semakin parah di masa depan. (*)
Reporter: Eusebius Sara



