
batampos – Kemacetan di Simpang Basecamp, Batuaji, masih menjadi keluhan utama warga, terutama pada pagi hari saat arus kendaraan padat. Situasi makin parah saat turun hujan. Seperti yang terjadi pada Senin (4/8) pagi, hujan gerimis menyebabkan persimpangan ini macet total. Kendaraan saling berebut jalan, membuat lalu lintas lumpuh hingga beberapa ratus meter.
Simpang Basecamp yang menjadi penghubung utama antara kawasan Batuaji, Marina, dan Muka Kuning memang dikenal padat setiap pagi. Hilir mudik para pekerja dan orangtua yang mengantar anak ke sekolah, mayoritas menggunakan mobil, menyebabkan kendaraan menumpuk di bundaran simpang empat tersebut.
Sayangnya, persimpangan ini tidak dilengkapi dengan lampu pengatur lalu lintas. Hanya terdapat bundaran di tengah persimpangan tanpa pengaturan arus kendaraan yang jelas. Akibatnya, pengendara kerap saling mendahului dan enggan mengalah, yang justru memicu kemacetan panjang.
“Hujan sedikit saja langsung kacau. Orang rebutan masuk persimpangan, semua pakai mobil. Apalagi orang tua yang antar anak ke sekolah,” kata Yanti, salah satu pengguna jalan yang setiap pagi melewati jalur ini.
Kemacetan juga terjadi karena di sekitar Simpang Basecamp terdapat sejumlah sekolah, baik negeri maupun swasta. “Pagi itu memang jam sibuk. Selain pekerja, orang tua juga ramai antar anak sekolah. Semua tumpah di persimpangan itu,” ungkap Sumardi, warga Tanjunguncang yang setiap hari melintas dari arah Marina.
Situasi ini tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Beberapa pengendara nekat menerobos jalur, dan tak jarang terjadi senggolan hingga tabrakan kecil di tengah simpang.
Menurut warga, meski jalan di persimpangan itu sudah dilebarkan menjadi lima lajur sejak tahun lalu, namun tanpa pengaturan arus yang memadai, kemacetan tetap tidak terhindarkan. “Jalan sudah bagus, tapi kalau tak ada pengaturannya ya tetap macet. Harus ada solusi yang lebih jelas,” kata Sumardi lagi.
Salim, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam sebelumnya, menjelaskan bahwa tidak adanya lampu lalu lintas di persimpangan bundaran seperti Simpang Basecamp dan Simpang Barelang memang disengaja, karena mengikuti konsep bundaran sebagai pengatur alami arus kendaraan. Namun kenyataannya, konsep tersebut tidak berjalan efektif di lapangan.
Desakan pun kembali menguat agar Pemko Batam segera memasang lampu lalu lintas atau menugaskan petugas pengatur lalu lintas di jam-jam sibuk. “Kalau dibiarkan terus, bukan cuma macet, tapi juga rawan kecelakaan. Harus ada tindakan nyata,” kata Theo, warga Batuaji.
Dengan kondisi seperti ini, warga berharap penataan simpang yang telah dilakukan Pemko Batam bisa dilengkapi dengan sistem pengaturan arus kendaraan yang memadai. Jika tidak, kemacetan dan kekacauan lalu lintas akan terus terjadi setiap pagi, terlebih saat cuaca hujan. (*)
Reporter: Eusebius Sara



