
batampos – Ketersediaan air bersih di Kota Batam di tengah musim kemarau saat ini masih dalam kondisi terkendali. Meski curah hujan menurun dalam beberapa waktu terakhir, ketahanan air pada sejumlah waduk masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat melalui sistem distribusi yang terintegrasi.
Air menjadi kebutuhan primer yang tidak tergantikan bagi kehidupan manusia. Berbeda dengan daerah lain, Batam tidak memiliki sumber air alami seperti sungai besar atau mata air, sehingga seluruh pasokan air baku bergantung pada air hujan yang ditampung di waduk atau dam.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Batam masih akan mengalami musim kemarau. Kondisi ini berdampak pada menurunnya volume air di waduk akibat berkurangnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, terdapat harapan dari prediksi BMKG yang menyebutkan bahwa curah hujan pada April 2026 diperkirakan meningkat dibandingkan Maret 2026. Peningkatan ini diharapkan mampu menambah pasokan air secara alami dan memperbaiki kondisi waduk secara bertahap.
Saat ini, ketahanan air di tujuh waduk yang dikelola PT Air Batam Hulu berada pada kategori cukup, dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 4.500 liter per detik. Ketersediaan tersebut dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Batam.
Humas PT Air Batam Hulu, Ginda Alamsyah, menyampaikan bahwa kondisi ketersediaan air masih aman, namun tetap perlu pengelolaan bijak. “Secara umum ketersediaan air baku masih mencukupi, namun penggunaan air harus tetap diperhatikan agar tidak terjadi pemborosan,” ujarnya.
Di tengah kondisi kemarau ini, upaya tidak hanya dilakukan secara teknis, tetapi juga melalui pendekatan spiritual. Polsek Batu Aji bersama masyarakat kembali gelar Shalat Istisqa di Masjid Al Jihad, Perumahan Putri Tujuh, Kelurahan Kibing, Minggu (29/3) sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan.
Kegiatan tersebut diikuti unsur Forkompimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan tampak dalam pelaksanaan ibadah, mencerminkan sinergi antara aparat kepolisian, TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau panjang.
Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Rizki Subagyo menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. “Ini bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus bentuk kepedulian terhadap kondisi yang sedang dihadapi,” katanya.
Seiring meningkatnya kebutuhan air saat musim panas, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan air, menghindari pemborosan, serta menjaga lingkungan dan daerah resapan. Dengan kolaborasi antara pengelola, aparat, dan masyarakat, diharapkan ketersediaan air di Batam tetap terjaga dan kemarau dapat dilalui dengan baik.(*)



