Minggu, 11 Januari 2026

Kemenag Batam Tunggu Hasil Observasi Kasus Dugaan Keracunan Siswa MAN 2 Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Kemenag Batam Budi Dermawan.

batampos– Kasus dugaan keracunan massal yang dialami puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Batam, Bengkong, kini tengah ditangani oleh tim kesehatan. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Budi Dermawan, memastikan pihaknya terus memantau perkembangan kasus tersebut.

“Supaya berita ini terang benderang dan informasinya jelas. Saat ini kami masih menunggu hasil observasi dari tim kesehatan untuk memastikan penyebabnya,” ujar Budi, Kamis (13/11).

Budi menegaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program pemerintah yang sangat baik untuk mendukung kesehatan dan gizi siswa. Karena itu, pihaknya berharap tidak ada kejadian yang menimbulkan dampak negatif bagi peserta didik.

“Tidak ada satu pun dari kita yang menginginkan hal-hal yang tidak diharapkan. Karena itu, kami serahkan sepenuhnya kepada tim kesehatan untuk melakukan observasi,” katanya.

BACA JUGA: Konsumsi MBG dari SPPG Bengkong Laut 2, Ratusan Siswa MAN 2 Batam Diare

Ia menambahkan, sebagian besar siswa MAN 2 Batam kini sudah kembali bersekolah. Meski begitu, tim kesehatan tetap diminta melakukan wawancara terhadap para siswa untuk mengetahui gejala yang sempat mereka rasakan.

“Saat ini kondisi anak-anak sudah banyak yang sehat dan kembali ke sekolah. Jadi kami minta dilakukan wawancara juga agar bisa diketahui gejala apa yang dirasakan mereka sebelumnya,” jelasnya.

Menurut Budi, dapur penyedia makanan MBG di wilayah Bengkong melayani beberapa satuan pendidikan madrasah, mulai dari MI, MTs, hingga MA.“Untuk MI dan MTs di Bengkong, kegiatan belajar masih berjalan seperti biasa. Karena ini masih tahap observasi, maka kami serahkan sepenuhnya kepada instansi terkait, khususnya di bidang kesehatan,” tambahnya.

Hingga saat ini, Kemenag Batam terus berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memantau perkembangan para siswa. “Informasi terakhir, siswa sudah kembali masuk sekolah. Itu kabar baik yang bisa kami sampaikan sementara,” tuturnya.

Sebelumnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan. Sedikitnya lebih dari 230 siswa MAN 2 Batam dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program tersebut pada Selasa (11/11) siang.

“Sebagian masih bersekolah, tapi banyak juga yang izin karena sakit perut dan muntah-muntah,” ujar seorang wali murid kepada Batam Pos, Kamis (13/11).

Dari penelusuran Batam Pos, sedikitnya lima siswa mengaku bahwa sejumlah teman mereka mengalami sakit perut dan diare usai menyantap menu daging sapi dendeng dari paket MBG hari itu.

“Yang keracunan banyak, sekitar 230 siswa. Makan siangnya hari Selasa, malamnya banyak yang mulai sakit perut,” kata seorang siswa kelas XI.

Hal serupa disampaikan siswa kelas X. “Makanannya daging dendeng. Malamnya teman-teman mulai sakit perut dan diare, Rabu banyak yang nggak masuk sekolah. Hari ini sebagian masih berobat,” ujarnya.

Para siswa menyebut porsi MBG dikirim ke sekolah sekitar pukul 12.00–13.00 WIB. Mereka menduga daging yang disajikan sudah tidak segar. “Sebelumnya kalau ayam atau telur nggak pernah ada yang keracunan. Baru kali ini pas makan daging sapi,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Kota Batam, Defri, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kasus itu benar merupakan keracunan makanan.“Memang kami menerima laporan ada sejumlah anak dengan keluhan diare dari sekolah. Namun tidak ada siswa yang sampai dirawat. Aktivitas belajar juga tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Defri menyebut pelaksana MBG di MAN 2 Batam adalah SPPG Bengkong Laut 2. Saat ini, pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait masih melakukan observasi untuk memastikan penyebab pasti keluhan tersebut.

“Belum bisa kita pastikan, ini harus dicek dulu. Kita tunggu hasilnya,” ucapnya. (*)

Reporter: Rengga

Update