
batampos – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) diperkirakan bakal memberi tekanan baru terhadap pasar properti di Kota Batam yang dalam beberapa waktu terakhir mulai melambat.
Pengamat ekonomi sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Batam, Suyono Saputra, menilai dampak kenaikan suku bunga tidak akan merata ke seluruh segmen pasar properti.
Namun, tekanan paling besar diprediksi dirasakan sektor rumah tapak kelas menengah bawah yang selama ini sangat bergantung pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
“Iya, dampaknya pasti ada. Kenaikan BI-Rate bisa memicu biaya dana bank naik, lalu diteruskan ke bunga KPR. Dalam kondisi pasar Batam yang sekarang mengalami oversupply di segmen menengah bawah, kenaikan bunga 0,5 persen saja sudah cukup membuat calon pembeli menunda keputusan,” kata Suyono kepada Batam Pos, Senin (25/5).
Menurut dia, pasar properti Batam saat ini masih sangat bergantung pada pembiayaan perbankan. Diperkirakan sekitar 60 hingga 75 persen transaksi pembelian rumah di Batam menggunakan skema KPR, terutama untuk kalangan pekerja industri dan keluarga muda.
BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id



