
batampos – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut berdampak terhadap pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang ada di Kota Batam. Kenaikan harga ini dipastikan mempengaruhi harga pokok penjualan (HPP).
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Menengah (DKUM) Kota Batam, Suleman Nababan, mengatakan, menurutnya hal ini susah sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran.
Hal tersebut menjelaskan interaksi antara penjual dan pembeli untuk sumber daya tertentu.
Sehingga kalau harga modal naik, sudah dipastikan harga jual terhadap makanan juga akan berdampak.
“Tidak mungkin pedagang mau merugi. Namun besaran kenaikan ini yang masih belum diketahui. Saya rasa pedagang juga harus menjaga pelanggan mereka, agar dagangannya tetap terjual,” jelasnya.
Kendati demikian, ia meyakini pemerintah pasti memiliki kebijakan untuk membantu pelaku UKM untuk tetap bertahan di tengah masa pemulihan ekonomi.
Terkait bantuan untuk pelaku UKM, Suleman menyebutkan bahwa informasi sementara saat ini Kementerian Koperasi dan UKM tengah mengusulkan program untuk membantu pelaku UKM kepada Kementerian Keuangan.
“Kami belum tahu juga. Karena ini masih rencana. Kalau sudah ada detail pastinya nanti kami informasikan kembali. Karena ini tergantung pusat kan, kalau daerah tinggal menunggu saja,” bebernya.
Ia menambahkan, saat ini terdapat kurang lebih 800 pelaku UKM yang berada di bawah binaan DKUM.
“Selain itu sekarang lagi dilakukan pendataan lengkap oleh kementerian. Bulan Oktober mendatang baru selesai pendataannya,” tutupnya.(*)
Reporter: Yulitavia



