Sabtu, 14 Maret 2026

Kenaikan Tarif Listrik Industri Harus Hati-hati

spot_img

Berita Terkait

spot_img
PT PLN Batam bersama Direktorat Jendral (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan Public Hearing tentang Usulan Penyesuaian Tarif Listrik Industri. Pemerintah diminta untuk berhati-hati jika ingin melakukan penyesuaian tarif listrik industri 1-3 khususnya di Kota Batam. Foto: PLN Batam untuk Batam Pos

batampos – Pemerintah diminta untuk berhati-hati jika ingin melakukan penyesuaian tarif listrik industri 1-3 khususnya di Kota Batam. Hal itu disampaikan Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid.

Karena lanjutnya, karakteristik Batam berbeda secara nasional.

“Sehingga PLN nya pun berstatus swasta bukan sepenuhnya milik negara,” katanya.

Ia melanjutkan, Batam yang merupakan daerah industri dan investasi, tentunya sangat rentan dengan kenaikan tarif listrik.

Artinya ketika tarif listrik industri dinaikkan sedikit saja maka bisa berdampak pada penurunan minat berinvestasi di Batam.

Listrik dan gas menjadi komponen pembentuk utama untuk biaya operasi industri di Batam. Karena merupakan kebutuhan vital bagi industri.

“Maka sebaiknya dikaji betul secara mendalam dengan melibatkan seluruh stakeholders yang ada,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi Dirjen Ketenagalistrikan ESDM menjaring aspirasi publik terlebih dahulu sebelum menentukan tarif listrik di Batam.

Dengan begitu pemerintah akan dapat gambaran jelas dan acuan yang tepat berapa dan bagaimana seharusnya tarif listrik di Batam.

“Tentunya harapan kita jangan sampai public hearing ini jangan hanya formalitas untuk kemudian menaikkan tarif listrik di Batam,” katanya.

Ia menambahkan, baik masyarakat ataupun para pelaku usaha saat ini masih sedang melakukan reposisi setelah kenaikkan harga BBM beberapa waktu lalu yang berdampak pada kenaikkan biaya transportasi dan logistik pengusaha.

Sehingga, sebaiknya rencana ini juga dijadikan pertimbangan jika seandainya ada rencana dari pemerintah mau menaikkan tarif listrik di Batam.

Ia tidak ingin, beban yang harus ditanggung masyarakat dan kalangan dunia usaha bertubi-tubi dalam waktu yang singkat.

Sehingga, ia mengkhawatirkan bisa memicu kolapsnya dunia usaha yang berakibat pada pemutusan hubungan kerja yang bermuara pada peningkatan pengangguran.

“Jadi mohon dikaji betul dampaknya jika memang ada rencana mau menaikkan tarif PLN di Batam. Secara organisasi tentunya kita Apindo tidak setuju jika memang ada rencana ini,” imbuhnya.(*)

Reporter: Eggi Idriansyah

SALAM RAMADAN