Sabtu, 17 Januari 2026

Kepri Jadi Jalur Rawan Narkoba, BNN dan Polda Perkuat Pencegahan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin, menerima kunjungan Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, di Mapolda Kepri, Jumat (16/1). F. Yashinta/Batam Pos

batampos – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih menjadi wilayah rawan peredaran narkotika nasional karena letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara. Kondisi tersebut mendorong penguatan sinergi antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Kepri dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba.

Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, menegaskan Kepri merupakan wilayah strategis yang membutuhkan perhatian khusus dalam pengawasan dan penanganan narkotika.

“Kepri berada di wilayah perbatasan dan memiliki banyak titik masuk. Karena itu, penguatan kerja sama dengan Polda Kepri serta seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat penting,” ujar Suyudi saat kunjungan kerja di Mapolda Kepri, Jumat (16/1) malam.

Baca Juga: CKG Ungkap Penyakit yang Tak Disadari, 20 Warga Batam Dirujuk

Menurutnya, strategi penanganan narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial. Upaya pemberantasan harus berjalan beriringan dengan pencegahan dan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba.

Suyudi menekankan, rehabilitasi menjadi kunci dalam memutus mata rantai peredaran narkotika. Masyarakat yang telah terpapar harus diyakinkan bahwa rehabilitasi merupakan proses pemulihan, bukan bentuk hukuman.

“Kami ingin masyarakat benar-benar pulih dan tidak kembali terjerumus. Pencegahan dan rehabilitasi harus diperkuat agar pemberantasan narkotika lebih efektif,” katanya.

Selain itu, BNN juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan sebagai bekal hidup mandiri bagi mantan pengguna narkoba. Program tersebut akan ditindaklanjuti oleh BNN Provinsi Kepri bersama instansi terkait.

“Kami juga mendorong upaya pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan soft skill agar mereka memiliki kemampuan untuk mandiri,” tegas Suyudi.

Sementara itu, Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin, mengatakan, Kepri menghadapi tantangan serius dalam penanggulangan narkotika karena banyaknya pelabuhan, baik resmi maupun tidak resmi, yang berpotensi dimanfaatkan jaringan narkoba internasional.

Baca Juga: ASDP Batam Tegaskan Ferizy Sudah Batasi Kuota Tiket per Jam

“Ancaman ini nyata. Kepri menjadi pintu masuk, baik melalui pelabuhan legal maupun pelabuhan tikus. Ini membutuhkan kerja bersama,” ujarnya.

Asep menambahkan, Polda Kepri terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, Bea Cukai, Korpolairud Polri, hingga BNN. Selain itu, kerja sama lintas negara dengan Singapura dan Malaysia juga terus ditingkatkan.

Menghadapi tahun 2026, ia memastikan seluruh pemangku kepentingan telah sepakat meningkatkan intensitas penegakan hukum serta pengawasan di wilayah perairan dan jalur-jalur rawan penyelundupan.

“Kami akan bekerja lebih optimal. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam memerangi peredaran narkotika di Kepri,” tegasnya. (*)

ReporterYashinta

Update