Kamis, 15 Januari 2026

Kerap Diancam dan Dianiaya Saat Hamil, Warga Batuaji Kehilangan Bayi yang Lahir Prematur

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi kekerasan pada perempuan. Foto: Jawapos.com

batampos – Al, warga Ruli Kampung Bintang, Batuaji kehilangan nyawa anak bayinya yang berusia 6 hari. Bayi malang tersebut mengembuskan nafas di RSUD Embung Fatimah Batam, Kamis (13/11) dini hari.

Kepergian bayi tersebut tidak lepas dari peristiwa penganiayaan yang dialami Al saat masih mengandung tujuh bulan. Bahkan, AI kerap diancam oleh kekasihnya Ky.

“Saat mengandung itu korban disiksa dan selalu diancam akan dibunuh melalui chat WhatsApp. Seluruh buktinya ada di ponsel korban,” ujar Heribertus, keluarga korban.

Heribertus menjelaskan penganiayaan terakhir terjadi pada 28 Oktober malam. Ky datang kerumah korban bersama kekasih barunya dan langsung memukuk AI.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Jelang Nataru, Pelni Siapkan Jadwal Kapal Desember 2025

“Penganiyaan yang dilakukan pelaku ini bukan hanya ke korban, pacar barunya juga menganiaya anak sulung korban,” katanya.

Dengan adanya kekerasan tersebut, kata Heribertus, Al yang tengah hamil besar mengalami trauma dan kondisinya memburuk. Hingga korban melahirkan secara prematur pada 7 November lalu.

“Kondisinya sangat lemah, dan melahirkan premature. Sampai bayinya tidak selamat,” ungkapnya.

Heribertus mengaku sudah melaporkan perbuatan pelaku dan kekasihnya ke Mapolsek Batuaji. Ia berharap pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku.

Baca Juga: 302 WNI Kembali Dideportasi dari Malaysia, Pemulangan Terbanyak Sepanjang 2025

“Kita sudah laporkan dengan bukti-bukti yang ada. Perbuatan pelaku bukan hanya menganiaya, tapi menghilangkan nyawa bayi yang tak berdosa,” katanya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andy Pakpahan membenarkan adanya kasus ini. Ia mengatakan masih melakukan penyelidikan atas laporan korban.

“Laporan sudah kita terima dan masih penyelidikan,” ujarnya singkat. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Update