Sabtu, 7 Februari 2026

Kerap Macet dan Berlubang, Jalan S Parman Seibeduk Butuh Perbaikan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kemacetan panjang di Jalan S Parman atau tepatnya di Simpang Bagan, Seibeduk, Selasa (2/12) pagi. F.Yofie Yuhendri

batampos – Arus lalu lintas di ruas Jalan S Parman, tepatnya di Simpang Bagan, Seibeduk, kerap mengalami kemacetan parah, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Kondisi ini dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas dan berpotensi memicu kecelakaan.

Robi, warga Piayu, mengatakan kemacetan di kawasan tersebut sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Pengendara bahkan bisa terjebak antrean hingga satu jam.

“Kalau sudah jam sibuk, bisa nunggu macet sampai sejam. Mau kerja jadi telat, urusan lain juga terganggu,” ujarnya.


Menurut Robi, kemacetan dipicu oleh kondisi ruas jalan yang masih satu lajur dan letaknya yang berdekatan dengan pertigaan. Situasi semakin diperparah oleh perilaku pengendara yang saling berebut saat melintas.

Baca Juga: Amsakar Sampaikan Arahan Presiden Prabowo: Kota Harus Bersih, Rapi, dan Berdaya ‎

“Banyak yang tidak mau mengalah, saling serobot untuk mendahului. Akhirnya macetnya makin parah,” katanya.

Selain padat, kondisi Jalan S Parman juga dinilai memprihatinkan. Sejumlah titik jalan berlubang dan bergelombang sehingga memperlambat laju kendaraan.

“Sudah seharusnya diperbaiki total, sekalian dilebarkan. Penduduk Seibeduk makin padat, kendaraan juga makin ramai,” ungkapnya.

Sementara Kapolsek Sei Beduk Iptu Alex Yasral membenarkan bahwa Simpang Bagan menjadi salah satu titik rawan kemacetan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang.

Baca Juga: TKA Tanpa RPTKA Rugikan Negara

“Salah satu langkah yang akan kami lakukan adalah rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah untuk memecah arus. Seluruh kendaraan akan dialihkan melalui GMP, sedangkan dari arah Mukakuning tidak diperbolehkan lagi melintas lewat ATB,” jelas Alex.

Ia juga mengimbau pengendara agar lebih tertib dan saling mengalah demi kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.

“Kesadaran pengendara sangat penting. Kalau tidak mau tertib, kemacetan akan terus berulang,” tutupnya. (*)

Update