
batampos – Kondisi sejumlah jalan di Batuaji semakin memprihatinkan. Lubang-lubang besar dan pecahan aspal yang berserakan semakin bertambah setiap waktu. Situasi ini menimbulkan keresahan bagi warga setempat dan pengguna jalan yang setiap hari harus berhadapan dengan risiko kecelakaan serta kemacetan panjang.
Dirman, seorang warga Batuaji, mengatakan bahwa jalan yang rusak bukan hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga mengancam keselamatan pengendara. “Kecelakaan dan kemacetan sudah menjadi pemandangan sehari-hari di sini. Banyak pengendara yang jatuh akibat lubang di jalan, terutama saat hujan turun,” ujar Dirman.
Menurutnya, kepadatan kendaraan yang tinggi semakin memperparah kondisi tersebut. Pengendara kerap harus saling berebut ruang untuk menghindari jalan berlubang, yang sering kali berujung pada tabrakan.
Baca Juga: Polsek Sekupang Amankan Perayaan Imlek 2576 di Vihara dan Kelenteng
“Belum lama ini ada kecelakaan karena pengendara motor menghindari lubang lalu tersenggol mobil dari arah belakang,” tambahnya.
Kemacetan yang ditimbulkan akibat jalan rusak juga menjadi keluhan utama warga. Setiap jam sibuk, pengendara harus menghadapi antrean panjang yang memakan waktu lama.
“Jalan depan SP Plaza, turunan Bukit Daeng, depan Perumahan Puteri Tujuh, hingga Simpang Puteri Hijau hampir selalu macet. Kondisi ini makin parah terutama saat hujan atau ada kendaraan besar yang melintas,” kata Dirman.
Andika, warga lainnya, berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan yang semakin rusak ini. “Dulu hanya ada beberapa lubang kecil, tapi sekarang hampir seluruh jalan berlubang. Kalau dibiarkan terus, situasi bisa semakin parah,” keluhnya.
Beberapa pengendara bahkan terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk menghindari jalan-jalan yang rusak parah. Namun, pilihan ini pun tidak sepenuhnya efektif karena jalan alternatif juga mulai mengalami kerusakan akibat peningkatan volume kendaraan.
Baca Juga: Antisipasi Kemacetan, Satlantas Polresta Barelang Siaga di Pelabuhan RoRo Telaga Punggur
Menanggapi kondisi ini, Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga menyatakan bahwa perbaikan jalan di Batuaji sudah masuk dalam agenda perbaikan tahun 2025. “Kami memahami keluhan masyarakat dan akan segera melaksanakan proyek perbaikan jalan secara menyeluruh,” ujar kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air kota Batam Suhar.
Meski demikian, banyak warga yang berharap perbaikan dapat dilakukan lebih cepat mengingat kondisi yang semakin memburuk. “Kalau bisa jangan tunggu 2025, karena setiap hari ada saja yang mengalami kecelakaan akibat jalan ini,” kata Andika.
Warga juga meminta agar perbaikan dilakukan dengan kualitas yang lebih baik agar tidak cepat rusak kembali. “Kami tidak ingin hanya tambal sulam. Kalau diperbaiki, harus yang benar-benar tahan lama,” tambah Ardi, seorang pengendara motor yang kerap melintasi jalan tersebut.
Untuk sementara, warga dan pengendara di Batuaji masih harus bersabar menghadapi jalan rusak ini. Harapan besar tertuju pada pemerintah agar segera merealisasikan janji perbaikan demi kelancaran dan keselamatan lalu lintas di wilayah tersebut. (*)
Reporter: Eusebius Sara



