Rabu, 14 Januari 2026

Keterangan Saksi Diduga Ada Ledakan, Polisi Periksa Kurniawan, Pemilik PT Desa Air Cargo, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Api masih terlihat di lokasi kebakaran di kawasan PT Desa Air Kargo, Kabil. f. cecep

batampos– Penyebab kebakaran hebat di sejumlah gudang di kawasan PT Desa Air Cargo Batam, Kabil masih misterius. Untuk mengungkap penyebab kasus itu, polisi mulai memeriksa sejumlah saksi.Termasuk penjaga Gudang. Tak Kecuali Kurniawan Chang selaku pemilik PT Desa Air Cargo juga sudah diperiksa penyidik.

Kapolres Barelang, Kombes Zainal Arifin, mengatakan tengah melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan asal mula api dan penyebab kebakaran. Ia menegaskan bahwa belum ada kesimpulan, karena proses investigasi masih berlangsung.

“Saksi-saksi sudah kami periksa, seperti pemilik perusahaan, penjaga gudang,” kata Zainal, Rabu (25/6).

BACA JUGA: Polisi Periksa Pemilik PT Desa Air Cargo Batam, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui

Kebakaran terjadi pada malam hari, tepatnya pada Senin (23/6) sekitar pukul 19.00 WIB. Api pertama kali muncul di salah satu gudang, lalu dengan cepat menjalar ke gudang nomor 10, 11, dan 12. Tak berhenti di sana, api juga merambat hingga ke gudang milik PT Gomal Sukses yang berlokasi berdekatan.

“Jadi api merambat dari 3 gudang milik PT Desa Air Cargo, ke gudang milik perusahaan lainnya,” tegas Zainal.

Ia meminta masyarakat tidak berspekulasi soal penyebab kebakaran. Menurutnya, proses penyelidikan diserahkan kepada tim yang berkompeten dan memiliki keahlian teknis di bidang kebakaran.

“Jangan ada dugaan-dugaan. Kita bicara berdasarkan hasil penyelidikan. Kebakaran ini kita serahkan kepada ahlinya untuk melakukan investigasi,” tegas Zainal.

Dari keterangan sementara sejumlah saksi, diduga sempat terdengar ledakan sebelum muncul kepulan asap dari salah satu gudang. Namun, polisi belum bisa memastikan apakah suara ledakan itu berhubungan langsung dengan sumber api.

“Itu baru informasi awal. Kami belum bisa menyimpulkan karena masih dalam proses klarifikasi,” tambahnya. (*)

Reporter: Yashinta

 

Update