Jumat, 23 Januari 2026

Keterbatasan Anggaran Hambat Penyelesaian 18 Titik Krisis Air di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (f. arjuna)

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengakui persoalan gejolak distribusi air bersih di wilayah Bengkong dan Batuampar belum dapat diselesaikan secara permanen dalam waktu dekat. Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat sebagian besar titik bermasalah baru bisa ditangani secara bertahap sepanjang tahun ini.

Dia menyebut, terdapat 18 stress area yang teridentifikasi dalam jaringan air bersih. Dari jumlah tersebut, BP Batam hanya mampu menangani delapan titik terlebih dahulu pada tahun berjalan, sementara sepuluh titik lainnya akan dikerjakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

“Ini pekerjaan bertahap. Tidak bisa selesai dalam satu waktu karena pos anggarannya juga tersebar di masing-masing kedeputian. Dukungan tambahan anggaran juga sudah kami sampaikan di forum DPR RI,” katanya, Jumat (16/1).

Baca Juga: Ini Rupanya Penyebab Kemacetan Panjang dari Arah Seiladi ke Tiban

Ia menjelaskan, BP Batam telah meminta jajarannya untuk membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat sekaligus mengambil langkah-langkah taktis dalam menanggapi keluhan warga. Namun Amsakar menegaskan, perbaikan menyeluruh belum dapat dirampungkan dalam waktu dekat.

Selain itu, persoalan teknis terkait pengoperasian tangki ozon juga menjadi salah satu kendala. Berdasarkan analisis tim teknis, pembukaan aliran dari tangki tersebut justru berpotensi menutup distribusi ke beberapa kawasan baru yang sebelumnya telah dibuka jalur airnya.

“Kalau tangki itu dibuka, aliran akan mengarah ke wilayah lama yang sudah terdistribusi, sementara perumahan-perumahan baru bisa tidak dapat air,” kata dia.

Baca Juga: Arus Balik Isra Mikraj Masih Ramai, Penyeberangan Uban–Batam Didominasi Kendaraan

Menjelang perayaan Imlek, Ramadan, dan Idulfitri, BP Batam telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan air bersih di wilayah terdampak. Amsakar memastikan upaya perbaikan tetap berjalan, meski penuntasan total belum dapat dicapai dalam waktu dekat. (*)

Update