
batampos – Menjelang bulan Ramadan, permintaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Batam mengalami peningkatan. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU yang berimbas pada keterlambatan transportasi umum, termasuk Bus Trans Batam.
Officer Communication & Relation (Commrel) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Nur Imam Mohamad, mengonfirmasi bahwa peningkatan permintaan solar menjelang bulan puasa memang sudah menjadi pola tahunan. Akibatnya, antrean kendaraan di SPBU menjadi lebih padat dibandingkan hari-hari biasa.
“Permintaan solar memang meningkat menjelang bulan Ramadan, sehingga antrean di SPBU menjadi lebih padat. Namun, kami pastikan stok solar di Batam aman,” ujarnya, Jumat (21/2).
Ia juga membenarkan adanya keterlambatan penyaluran BBM subsidi jenis solar di beberapa SPBU. Hal ini berdampak pada operasional sejumlah Bus Trans Batam yang melayani rute Batam Center–Batuaji pada 20 Februari lalu.
Menurutnya, meskipun terjadi keterlambatan, pasokan BBM subsidi jenis solar masih tersedia dalam jumlah yang cukup. Pihaknya memastikan antrean panjang di SPBU hanya bersifat sementara dan diperkirakan akan kembali normal pada hari berikutnya.
“Kami memastikan proses penyaluran solar akan berjalan lancar. Kalau pun ada antrean, itu hanya sementara,” kata dia.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Salim, menyebut keterlambatan pengisian BBM berdampak langsung pada operasional Bus Trans Batam. Akibat antrean panjang, sejumlah bus mengalami keterlambatan hingga berjam-jam.
“Kemarin terjadi penumpukan penumpang tujuan Batuaji di Halte Bus Batam Center selama tiga jam. Ini akibat Bus Trans Batam terlambat datang karena harus antre saat mengisi bahan bakar,” kata dia.
Menurutnya, tidak ada perlakuan khusus bagi transportasi publik seperti Bus Trans Batam saat mengisi BBM. Bus tetap harus mengantre bersama kendaraan lainnya, sehingga ketika antrean di SPBU padat, bus pun turut tertahan.
“Karena antrean cukup panjang, bus kami tertahan di sana dan akhirnya terlambat tiba di halte. Sekitar enam Bus Trans Batam mengalami keterlambatan dalam melayani penumpang,” ujarnya.
Keterlambatan ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi publik, terutama pada jam-jam sibuk. Penumpang yang hendak bepergian ke Batuaji harus menunggu lebih lama dari biasanya di halte.
Meskipun antrean sempat menyebabkan keterlambatan, baik Dishub Batam maupun Pertamina optimistis kondisi ini segera membaik. Mereka berharap masyarakat dapat lebih bersabar dalam menghadapi situasi ini, terutama menjelang Ramadan yang memang selalu meningkatkan permintaan BBM. (*)
Reporter: Arjuna



