batampos– Perayaan Natal Oikumene Pemuda Se-Kota Batam 2025 di Gereja GBKP Batam Center pada Kamis (4/12) berubah menjadi momen solidaritas yang mengharukan. Di tengah sukacita Natal, para pemuda dari puluhan gereja di Batam menggalang dana spontan untuk membantu korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Natal tahun ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Mat. 1:21–24). Tema ini menemukan makna baru ketika ratusan pemuda menyadari bahwa keluarga yang dimaksud bukan hanya keluarga gereja, tetapi juga saudara-saudara sebangsa yang sedang mengalami bencana.
“Keluarga Allah itu luas—mencakup mereka yang kini sedang kehilangan keluarga, rumah, kehilangan harta, bahkan kehilangan harapan,” ujar Rikson Tampubolon, Ketua Komisi Pemuda PGI (Persekutuan Gereja–Gereja di Indonesia) Wilayah Kepri.
”Iman tanpa perbuatan hakikatnya mati,” ujar Rikson sambil mengajak melihat Natal sebagai panggilan untuk hadir bagi mereka yang menderita.
Momen paling menyentuh terjadi ketika kantung persembahan dijalankan dari depan hingga ke barisan paling belakang. Tanpa perlu seruan atau instruksi panjang, seluruh pemuda dan tamu undangan berdiri dan turut berpartisipasi. Satu per satu, mereka memasukkan donasi—mulai dari uang receh hasil urunan hingga amplop berisi persembahan pribadi.
BACA JUGA: BPTD dan Polresta Barelang Siapkan Pengamanan Alur Kendaraan Jelang Natal dan Tahun Baru 2026
Gerakan spontan ini menjelma menjadi pemandangan indah, di mana setiap tangan yang terulur mencerminkan kepedulian dan kasih yang nyata bagi saudara-saudara yang sedang tertimpa bencana.
Ketua Panitia Natal, Rinto Seprian, menyampaikan keprihatinan dan rasa terharu:
“Natal bukan hanya tentang bersukacita, tetapi juga tentang memikul beban bersama,” kata Rinto.
“Ketika melihat video banjir yang menenggelamkan rumah saudara-saudara kita, kami sadar bahwa keluarga yang harus kita selamatkan bukan hanya yang hadir di ruangan ini. Donasi ini adalah lilin kecil yang kami kirimkan untuk mereka di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” bebernya.
Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui jaringan gereja dan lembaga terpercaya di daerah terdampak untuk kebutuhan mendesak para korban. Jumlah donasi dan bukti pengiriman akan di dokumentasikan di media sosial Komisi Pemuda.
Ibadah Natal tahun ini dipimpin oleh Pendeta Iman Zebua, yang membawakan renungan penuh penguatan tentang kasih Allah yang hadir bagi keluarga manusia. Perayaan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan PGI, termasuk Ketua, Sekretaris, dan Bendahara PGI Wilayah Batam dan Kepri.
Selain itu, hadir pula tamu undangan dari unsur pemerintah dan legislatif, yakni perwakilan Wali Kota Batam—Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Rudy Panjaitan—serta perwakilan Anggota DPR RI Dapil Kepri, Sturman Panjaitan. Kehadiran para tokoh ini semakin menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban bencana adalah simpul kebersamaan yang melampaui denominasi gereja maupun struktur pemerintahan.
Acara yang diisi paduan suara pemuda, drama musikal, dan doa lintas gereja ini bukan hanya mengangkat semangat Natal, tetapi juga menunjukkan bahwa pemuda gereja Batam adalah generasi yang peduli, bersatu, bergerak, dan menghidupi Injil melalui tindakan kasih. (*)



